Skip to main content

Posts

Showing posts with the label kenangan

Serpih Kenang Berserak

sajak sajak terserak sajak sajak berserak   di pelataran kenang kata kata menyerpih   hitunglah, ada berapa beringin di alun-alun, saat mata terpejam   pinanglah pinang, kenang berdentang kata sahut bersahut, gelegar tawa saut   ah, kenang berserak di malam yang larut   Malang, 2021  

Kumpulan Puisi: AIR MATA IBU

Kumpulan Puisi: AIR MATA IBU Puisi-Puisi Nanang Suryadi   NISBI yang terdiam pada tanya, adalah bayang-bayang menyusut pada kabut, hempas angin pada pintu dan kirai, alis lengkung rambut terurai mata meredup setelah nanar dalam sasar, jemari ditekuk dieratkan, hendak menatap langit cuma detak menetak: sebuah kesunyian! malang, 1999  MENARILAH BAYANG-BAYANG aku ingin merenggutmu dari masa lalu, dengan senyum gemintang, goda sepiku coba katakan pada lengkung langit wajah siapa tertatah mungkin kerinduan atau kepak burung yang terbang ke utara mulailah menari dengan gaun warna-warni paras binar mata menikam ke dalam dadaku! malang, 1999 SENYUM sebuah senyum, sorot mata, berulang mengeja: kehidupan begitu bengisnya mengapa benci, bukan cinta, katamu bertanya arelia, arelia udara begitu bertuba, kita asing berdua dan dunia? ia tertawa malang, 1999 MENGENANG KANAK "sakadang kuya akhirnya dikawinkan dengan puteri petani," kata abah wonderland, dreamland... kupu-kupu kecil, bidadari ...

Kumpulan Puisi Untuk Para Sahabat

Kumpulan Puisi Untuk Sahabat Puisi-Puisi Nanang Suryadi  KEMARAU : devi ps ada yang takut melangkahkan kaki, karena kemarau begitu bengisnya menghadang langkah, menantang dengan kerontangnya, kau tahu? tak ada oase, walau fatamorgana, dalam pandang, juga bayang, ada yang gamang meniti waktu karena kepedihan kerap diteguknya ada yang ragu menatap cuaca walau pernah pada mata dicari telaga "duhai, mengapa kemarau semata!" malang, 1999 KUDA HITAM BERLARI KENCANG :anggi anggi, kuda yang tegar itu dulu berlari kencang sekali ke mana pergi? mungkin berdiri termangu dalam belenggu tapi kutahu: ia tak kan terus begitu kakinya yang kekar surainya yang tebal napasnya yang panjang : hei, kudaku lari kencang! malang, 1999 PADA ALAM KAU BERNYANYI :samsul bachri alam mengajarkan, banyak hal: daun yang jatuh tak mengaduh tersenyum ia karena tanah merindukannya dan pada daun muda ia memberi kesempatan pada alam kau bernyanyi bernyanyilah dengan kemerduan suaramu malang, 1999 EYANG YANG BIJAK...

Contoh Puisi Kepedihan Karena Cinta

SENGKALA :ang demikian parau. suara. dari redam kepedihan. berhamburan segala mimpi buruk. jerit sakit. serupa paranoid. ditiup sengkala. ingin kabarkan bayang kematian bayang-bayang kenang. suaranya menusuk tusuk dada. menusuk tusuk hingga leleh airmata. menusuk tusuk hingga pecah gendang telinga. di upacara hitam bunga kamboja.

Contoh Puisi Kenangan Romantis

Seputih Lupa Sebiru Ingatan Seputih lupa, katamu. Tapi ingatan berwarna-warna. Dengan jemari kulukisi kanvas waktumu. Hingga sorot matamu menerawang menerbang ke masa lalu. Terowongan yang tak habis kau telusuri. Hingga warna segala warna memasuki tidurmu. Mimpimu yang berwarna. Mungkin biru. Ingatan yang biru. Ingatan demikian biru. Seperti langit. Seperti laut. Seperti rindu dari masa lalu. Tapi ada yang ingin menghapus segala kenang. Seputih lupa, katamu. Di sudut mata. Menggenang butir airmata.