Skip to main content

Posts

Showing posts with the label puisi malam

Dunia Malam

dunia malam. dunia malam. kabar apa lagi tersampai. selain lirih, selain bisik, di hingar musik. terpantul di dinding dinding waktu malam menyisakan tawa. luka dunia. dunia malam. dunia malam. sisa sisa berita. siapa yang menatap kosong dinding. siapa menatap lampu dunia malam. dunia malam. bertaburan bintang bintang. berputar di dalam kepala. berpendar di mata. bintang yang sepi. sungguh sepi ada yang tetap menyimpan sepinya sendiri, di malam yang hingar. dunia malam yang bingar dinding dinding penuh poster, bintang bintang bercahaya bintang meredup bintang bintang mati, dinding dinding yang bergetar, dunia malam dinding memantulkan suara memantulkan gema, memantulkan resah, memantulkan segala yang galau, panggung hingar, dunia malam Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi

Puisi Malam

selamat malam, dan malam menitikkan puisi sudah larut malam, di lambung waktu, ruang yang penuh dengan sepi, angan diri sendiri sajak sajak mengajarkan bunyi, sesuatu yang rapi, dan puisi hadir dengan sunyi, teramat sunyi kabarkan segala, keinginan yang kabur, serupa butiran hujan, yang mengembun di kaca jendela karena mimpi adalah sayap burung, yang mengepak lepas, di langit malam Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi

Memburu Cahaya | Syair Malam

aku rangkai kata, menjadi syair malam, agar engkau tahu, dalam pekatnya mengukuhkan cahaya rembulan aku menyapamu, dengan cahaya bulan, di langit yang benderang, seterang jiwamu yang cinta laron yang mengepakkan sayap rapuhnya itu, adalah aku, memburu cahaya cintamu Malang, 2011

Puisi Malam

MALAM MELARUT HUJAN MELAUT malam melarut ke kelam-hitamnya hujan melaut ke muara-sepinya sepi dan gigil mencari-cari berdesing angin berdesing-desing merapalkan mantera rahasia sebagai bisik o merintih rintih ini langkah sampaikah pada tepi menjejak tapak pudar memuai seperti hujan seperti malam melarut ke kelam hitamnya melaut ke muara sepinya mengekal di ketiadaan