Skip to main content

Posts

Showing posts with the label kritik

Kumpulan Puisi Protes Sosial: Surat Untuk Ibu Pertiwi

Sajak-sajak NanaNg SuRyaDi SURAT UNTUK IBU PERTIWI STOP PRESS, 1998 "untuk hidup mengapa begitu rumitnya?" televisi menyala: rupiah terpuruk jatuh harga membumbung tinggi banyak orang hilang tak tentu rimbanya 12 Mei 1998 mahasiswa mati tertembak siapa? 13-14 Mei 1998 kota-kota terbakar kerusuhan perkosaan, teror! 21 Mei 1998: "sang raja lengser keprabon" graffiti menyala di tembok-tembok: "pendukung reformasi" eksodus: "singapura-hongkong-china-taiwan!" munaslub: "turunkan para pengkhianat!" ninja beraksi, orang berlari, maubere: "referendum!" "mengapa hidup begitu rumitnya?" seorang ayah bunuh diri bersama empat anaknya 1998, belum usai... (hari ini ada berita apa lagi?) Malang, 1998  DERING TELPON DARI MANA ASALNYA dering telpon dari mana asalnya, berdering-dering saja, kabarkan apa, apakah berita yang sama seperti kemarin, tentang sebuah negara berkembang, negara dunia ketiga? hai, kau jangan memaki di situ, nant...

Puisi Tentang Sebuah Kota dan Kehidupan Sosial

TIBA-TIBA AKU TERINGAT JAKARTA :b.n kepak burung, petak sawah, hijau padi, alir air, aku teringat padamu apa kabar gedung-gedung yang menyimpan ranjang dan lenguhnya dan kelaminmu yang menegang desah angin, rintik hujan, hijau lumut, aku teringat padamu kota yang membusuk dan engkau yang menari dengan pikiran kosong di sela berita kehancuran cercah cahaya matahari, putih kabut, embun di daun aku teringat padamu apa kabar kemacetan sepanjang jalan semacet kata-kata memaknai hidup di hiruk pikuk kegamangan gigil udara, hijau daun, aroma pedesaan aku teringat padamu kota yang menyimpan keluh dan koreng di sekujur tubuh memamerkan selingkuh dan perceraian aku di sini, berjalan kaki di pagi hari mengingatmu menulis puisi dengan airmani INGATAN PADA SEBUAH LAGU :bunda atta sebuah lagu, demikian samar, dentingnya seperti puisi, yang didesahkan angin, menelusup jendela kamar saat aku bercanda dengan matamu, berenang-renang di arus cahaya, ditingkah kekeh tawa manjamu sebuah lagu demikian samar...