Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Kumpulan puisi cinta

Blog Puisi Cinta Kita

Blog Puisi Cinta Kita dalam beberapa hari terkahir sudah saya update. Blog Puisi berdua Nanang Suryadi dan Kunthi Hastorini ini diganti judulnya agar sama dengan url: puisicintakita.blogspot.com . Puisi-puisi dalam blog Puisi Cinta Kita ini ternyata banyak yang menyalin, tapi sayangnya blog-blog tersebut tidak mencantumkan link sumber pengutipan. Tapi biarlah, semoga isi dari blog Puisi Cinta Kita bisa bermanfaat bagi banyak orang. O ya, dengan keyword: "Puisi Indonesia Mutakhir" , "Puisi Indonesia Kontemporer" dan "Puisi Indonesia Terkini" dalam beberapa hari terakhir blog ini sudah bisa masuk halaman satu google. Semoga anda bisa menemukan puisi-puisi di blog PUISI ini melalui keyword-keyword tadi. Sila blog walking :D Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi

Kumpulan Puisi Cinta

Kumpulan Puisi Cinta   Blog puisi nanangsuryadi.blogspot.com bisa dikatakan sebagai blog Kumpulan Puisi Cinta . Dalam blog ini terdapat banyak puisi-puisi cinta. Selain merupakan kumpulan puisi cinta , blog ini juga menampilkan kumpulan puisi sunyi, kumpulan puisi sosial politik , kumpulan puisi religius . Sila langsung kunjungi di menu, dan temukan kumpulan-kumpulan puisi yang anda inginkan, yang benar-benar puisi . :) Semoga anda bisa menikmati Kumpulan Puisi Cinta di blog ini. Beberapa contoh PUISI CINTA di blog ini: http://nanangsuryadi.blogspot.com/2012/01/kumpulan-puisi-cinta-dan-kesedihan.html http://nanangsuryadi.blogspot.com/2011/03/cinta-yang-tak-pernah-putus-asa.html http://nanangsuryadi.blogspot.com/2011/03/cinta-yang-menaklukkan-segala-aniaya.html Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi

Kumpulan Puisi Wisata Terbaru 2013

DI LONDON SALJU POST COLONIAL salju turun demikian lebat selebat kelebat kelebat bayangan sejarah di antara patung patung dan gedung tua sale! sale! musim dingin belum habis wajah wajah cerah berburu di butik butik aku membayangkan salju post colonial turun di ruangan berpenghangat tak ada yang menanyakan darimana aku berasal seperti hanya kuduga wajah wajah eropa timur lithuania, rumania, rusia, slovakia, bangsa bangsa yang berdesakkan dalam kepalaku juga di dalam butik butik yang berteriak sale sale aku berfoto dengan patung muhammad alfayed, dan tak masuk ke tokonya, harod, aku ikut bersedih tentang dodi dan diana salju turun demikian lebat parit parit membeku, di london city, aku ikut membeku bersama ingatan post colonialku CHINA TOWN apa yang merekatkan kita, mungkin nasi bukan steak kentang dan roti bebek panggang di chinatown london, enggan masuk ke dalam lambungku ah, masih kuingat bebek panggang di pusat kota beijing kedai makan yang berhuruf arab di temboknya tapi udara demik...

Download Kumpulan Puisi Telah dialamatkan Padamu

Kumpulan Puisi Telah dialamatkan Padamu  DAFTAR ISI Kata Pengantar: ‘Erotisme Religius’ Sajak Nanang Daftar Isi Intro Dalam Sajak Yang Menyimpan Rindu Berjalan Di Bawah Gerimis Sketsa Jejak Bagaimana Diterjemah Terjemah Hujan Mata Tanah Lot Sang Pertapa Demikianlah Hujan Sebutir Biru Berkejapan Mengaji Kanak Seperti Kudengar Derai Bintang Biru Yang Sepi Kau Katakan Mengenali Jejak Perempuan Pagi Berwajah Puisi Ziarah Kenangan Symphony No.40 in G Minor Mencatatkan Alamat Sebusur Panah; Lekaslah! 23.30 Seperti Engkau Yang Gemetar Mencintaimu Adalah Mencintai Aliran Air Tak Henti Mengalir Sebagai Upacara Jam Yang Menyerpih Perempuan Yang Bernama Kesangsian Seperti Kuseka Malam Seorang Yang Merangkai Bunga Seorang Yang Melipat Sepi Tiktaknya Begitu Nyaring Dalam Sunyi Tari Bulan Mungkin Kau Adalah Angin Catatan May Seperti Sebuah Risau Memory Pada Sebuah Jalan Black Hole Namun Engkau Ingatan Dari Kuntum Kuntum Mawar Oranye Istirahlah Di Dalam Mimpiku Yang Terbubuh Pada Waktu Imaji Yang...

Melawat Ke Singapura dan Malaysia

SINGAPORE temasek, namamu dulu singapore singapura  ingatlah nama nila utama pangeran palembang melayu ia menemu singa di pulau asing selepas badai hujan di lautan ingatlah pula raffles yang menukar bengkulu denganmu di tahun 1824 kepada belanda singapore, singapura di pasar bawah tanah lorong-lorong ramai di orchard roadtaksi tak mau berhent imalam telah terlalu larut di batas garis kuning, para penghisap bisa merokok di halaman cafe singapore, singapura merlion tegak, menyambut para tamu kapal-kapal datang dan pergi, berlayar dan berlabuh di kota yang menyimpan sejarah antar bangsa NASI KANDAR GEORGE TOWN, PINANG saat melihat album foto, aku terkenang nasi kandar pulau pinang, dan gagak yang hitam di bandara di george town, perut yang lapar menemu jawabnya: nasi kandar yang nikmat rasanya pinang,kota yang menyimpan gedung-gedung tua dan aku takjub melihat gagak hitam beterbangan di udaranya SEMALAM DI SELANGOR   buat: Ahmad Khamal Abdullah aku berjumpa denganmu di ruang...

Kumpulan Puisi Cinta

Kumpulan puisi cinta adalah salah satu kumpulan puisi saya di dalam buku Cinta, Rindu dan Orang-orang yang menyimpan api dalam kepalanya. Buku tersebut memang memuat 3 kumpulan puisi, dengan tema: cinta, kritik sosial dan religiusitas.  Puisi-puisi cinta di dalam buku yang bersub-judul: menemu negeri cahaya itu dibuat untuk istri dan anak-anakku. Mungkin bahasanya sangat sederhana, dan memang saya memilih untuk menyampaikannya dengan cara yang sederhana. Mungkin seperti Sapardi Djoko Damono yang juga menulis: aku ingin mencintaimu dengan sederhana...

YANG SENDIRI, DAN SELALU MERINDU, MUNGKIN DIRIMU

apa yang sudah kau siapkan, februari merah jambu. sepotong coklat, sekuntum mawar, secarik puisi kau simpan, untuk siapa yang tak kau tahu adakah yang ingin bersembunyi. dalam vakum waktu. karena gigil tak berkesudahan. kabar dari negeri jauh. cinta yang merapuh sebagai demam, rindu menggigilkanmu. kenangan demi kenangan, melintas lintas saja. di tubir waktu ada yang bergegas. ada yang mencatat, demikian rapi, mungkin engkau, demikian sabar. walau rindu, tetap menunggu. di luar jendela, hujan. di dalam kamar, kesunyian. ada yang menyapa, hujan dan kesunyian. ada yang mengetuk waktu 14 Februari 2011

Menyapa Jakarta Senja

aku menyapa jakarta senja, bola matahari jingga terpantul di kaca kaca. apa kabar jakarta? sudah lama kita tak berjumpa. apa kabar jakarta senja? menyapa kedatanganku, inilah wajah ibukota, gedung menjulang, rumah kumuh berseberangan got hitam warnanya aku menyapa jakarta senja, masih seperti dulu, ingatan tahun tahun yang terpendam. jakarta yang kutinggal pergi, tapi aku tetap kembali aku menyapa jakarta senja, macet yang sama, kesibukan yang sama, orang orang ingin bergegas, tapi jakarta menahan kepulangan aku hisap udara jakarta senja, orang orang berteriak: nurdin turun, entah dimana nurdin, siapa nurdin, kamu tahu? aku tak asing dengan keringat jakarta senja, keringat dalam bis kota, kereta rakyat yang padat menumpuk, pengamen sepanjang perjalanan aku menyapamu jakarta senja, sesekali aku akan datang, menemu kenang. tapi kini aku harus segera pulang. selamat tinggal! Jakarta 24 Februari 2011

Surabaya Hujan Hingga Larut Malam

surabaya. hujan yang turun perlahan. hujan yang kesepian. di malam minggu. mungkin sepertimu. tersedu sedu surabaya. hujan yang tak juga berhenti. gemericiknya demikian ghaib. mencucur dari langit hitam. langit malam. surabaya. surabaya. aku hirup udara malam hujan. malam yang menyimpan mimpi mimpimu. pada nyala lampu membelit pepohonan. surabaya. surabaya. malam yang lembab. basah. rimis tak habis. rimis yang miris. demikian tiris. demikian ritmis. Surabaya, 29 Januari 2011

Aku Menunggumu Membakar Malam

: sigit pradito, bambang purnomo, arifunnatik, yayan triyansyah, asmara sastra, irwan bajang, dhanzo aku menunggumu membakar malam dengan galau yang mengacau lintas waktu hingga sirna segala parau dan derau di hidupmu yang sengau aku menunggumu membakar malam dengan sajak penuh cemburu atau cinta yang bertalu hingga sampai keluh pada aduh yang paling gaduh aku menunggumu membakar malam dimana engkau memberi tanda baca pada kalimat kalimat tak beralamat memberi jejak pada kehendak atau takdir aku menunggumu membakar malam di tungku waktu tentukan di garis mana akan berpacu takdir atau kehendakmu segala yang bermula akan berakhir aku menunggumu membakar malam dengan segala mimpi bayang-bayang membayang cahaya bulan meretakkan kenang imajinasi membusur memburu. buru! Malang, Februari 2011

Surabaya, Di Atas Loteng Tiang Tanpa Bendera

aku mengeja tembok tembok yang kukuh angkuh. lampu lampu menyeringai dari sebuah kota. yang menyimpan deru dari masa lalu. merasuki diriku. surabaya. surabaya. malam menelusur ke dalam kepalaku. merasuk ke dalam jiwaku. sejarah yang melepuh. di tiang bendera yang kosong. 1910 ditanda, bulan juni tepatnya. meneer mulai membuka hotel di soerabia. meneer, aku menziarahimu di malam jumat ini. aku rasa engkau ada di atas balkon itu. tersenyum. oranye kesukaanmukah? cintamu, mungkin. Surabaya 17 Februari 2011

aku mengetuk-ngetuk kepalaku sendiri: tuk.tuk.tuk. ada orang di situ?

"ah terkutuklah segala yang mengacaukan hidupku. terkutuklah segala yang tak memberi makna bagi hidupku!" orang yang bosan menunjuk taktentu aku mengetuk-ngetuk kepalaku sendiri: tuk.tuk.tuk. ada orang di situ? kepalaku pusing, menjawab: ya, ada kamu di situ. mengutuk melulu. "tataplah matahari. kau kan tahu silaunya. kau kan tahu panasnya." diriku berteriak kepada diriku yang menatap monitor tak henti-henti. lihat! huruf-huruf berlesatan. bergegas tanpa henti. mengusir nyeri dalam dada. o dada yang kosong. dada yang tak henti memuntahkan kekosongan. jam jam memabukkan. di lintasan waktu, aku merasa bosan. menatap huruf yang kian asing. kian mengubur diriku dalam pengap sepi. o, sepi! Malang, Februari 2011

CINTA YANG TAK PERNAH PUTUS ASA

bibir yang bergumam, adalah engkau, menggumamkan kata yang entah, cinta yang entah, rindu yang entah, kepada siapa tapi para penyair adalah pecinta yang mencinta kita tanpa putus asa, kabarkan cinta lewat kata di jemarinya seperti para petani adalah pecinta yang tak pernah putus asa mencinta kita, lewat jemarinya menanam, memupuk, merawat cinta Malang, 2011

puisi selalu cemburu pada hidup yang nyaman

: sigit pramudito, ziplesshyde, yayan, bajang, bemzq angin berhembus di sela sela jendela. engkau merangkai gerimis yang jatuh. dari mata itu, kenang mulai menggenang. ada yang mengerjap, mungkin harap. ada yang mengusap airmata, dari mata yang sembab. mungkin ada yang tak mau pergi dari dalam kepalamu. meriuh. menggaduh. seperti waktu. mengetukmu penuh rindu. bara terus menyala, di dalam kepala, lelaki yang terapung, terhempas gelombang, tak mati juga ada yang ingin berdiam, dalam tenteram. tapi puisi kukira, selalu cemburu pada hidup yang nyaman Malang, 2011

MENERA WARNA DARAH

yang meremah, adakah mawar merah, yang merekah saat kau marah? dan durinya menusuk jemari! yang merona adalah warna, jemarimu menera nama, sepenuh cinta, mewarna dunia dengan merah. darah Malang, 2011 

Dentang Kenang, Tatap yang Ratap

melati yang kau nanti, telah mekar bersama mawar, menanti terus menanti sentuhmu, demikian debar mungkin kau temukan tatap sebagai ratap, kenang sebagai dentang, cinta sebagai pinta, di mata yang maha segala yang haru mungkin membiru, memburu rindumu yang mengharu biru, di hari yang haru yang menyesap airmata demikian lesap, adalah engkau yang merindukan kenangan demikian lindap Malang, 2011

UNTUK PARA PENGGALAU DI LINTASAN WAKTU

mungkin engkau demikian galau, demikian racau, karena rindu mendesau derau hatimu, hingga kacau balau mungkin engkau demikian galau, dengan segala racau, karena hatimu terasa kacau balau di saat angin rindu mendesau derau mungkin engkau merindu, dengan segenap ragu, apakah yang kau rindu juga merindu dirimu serupa galau yang kacau, hanya derau, dalam puisi yang parau. bukan sekadar gurau ternyata, cinta.... Malang, 2011