Skip to main content

Posts

Reportase Ersa

pada mata yang terkatup, tak ada yang sempat dilaporkan. lewat reportase. tentang rentetan tembakan. juga asin darah keringat dan airmata yang tersia di setiap pertempuran. tapi mungkin sempat kau catat. dengan kalimat. teralamat pada segala hakikat.

Di Penghujung Tahun

di penghujung tahun. mungkin ada yang membaca. huruf dan angka. pada mata. semburat kembang api. atau redup mengelam dini hari. tapi mungkin ada yang menanda. gurat pada wajah. menua. usia tersia-sia atau tak ingin diingat lagi tentang segala kenang juga harap yang diucapkan perlahan. pada hiruk tiupan terompet. karena esok dan hari ini sama saja. tiada beda

Dan Kita Menghitung Waktu

pada titik-titik hujan dan embun di kaca jendela kita menghitung waktu. betapa cepat. hitungan usia. helai rambut memutih. sedang di seberang jalan kanak-kanak berlarian dan menari di bawah hujan. aku tatap diriku mengalir bersama air hujan. ke dalam gorong-gorong. waktu

Mungkin Engkau Ingin Menari di Bawah Hujan

mungkin engkau ingin menari di bawah hujan yang menderas di luar hingga lumpur menyipratnyiprat ke tubuhmu mungkin engkau ingin menari dengan gemulai tubuh dan hentak tak henti henti kaki dan kepala dan suaramu o suaramu menyeru penuh rindu bersaingan dengan geletar halilintar pekikan pedih perih ke langit kelabu

Mungkinkah Puisi

mungkinkah puisi akan membuatnya abadi. katamu sambil menulisi hari demi hari. tapi ia tak pernah membayangkan bahwa ia ingin abadi. karena waktu. karena waktu. katamu dan engkau ingin melukis tentang cahaya bulan yang jatuh di tuwung arak seperti lipo yang menulis puisi dalam mabuk dan sepinya di bawah purnama bulan mungkinkah puisimu akan abadi. katanya. sambil menghunjamkan sebilah pisau tajam ke jantung kiri.