Skip to main content

Memasuki Kota Menhir



memasuki kota menhir, sayatan pahat pada batu-batu, aroma purba
arus mimpi mengundangku datang menemu wajahmu kota tua

seperti kutemukan wajahku di situ
tubuh yang disalibkan di pancang batu

telah tersesat domba-domba beterjunan ke lumpur hitam
hingga mengembik di sekarat legam

doa doa apa yang dilontarkan ke langit
sebagai deru sebagai teriak jerit pahit

memasuki kota menhir, lingga patah, yoni retak
wajah mimpiku pecah berderak

Depok, 11 September 2002



Comments

Popular posts from this blog

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi

DI PENGHUJUNG OKTOBER

hujan masih terus gemericik. senja kehilangan semburat cahaya. langit warna kelabu. apa kabar puisi? sia siakah penyair mengekalkan segala dalam kata. puisi menggigil di bawah gemericik hujan. langit yang kehilangan semburat cahaya. senja yang menyisakan warna kelabu. apa kabar penyair? apakah sia sia aku dituliskan. puisi menggigil menari di bawah gemericik hujan.