Skip to main content

Mungkin Engkau dan Hujan Itu



mungkin hujan yang datang sore itu dengan rimisnya yang lembut membuatmu teringat pada sebuah puisi atau sebuah wajah atau sebuah kenangan yang mungkin pernah ingin kau lupakan tapi sapaan demi sapaan (seperti saat itu engkau merasa rimis hujan menyapamu dan menanyakan kabar puisi) membuatmu teringat lagi

dan engkau termangu pada sebuah puncak sunyi puncak bunyi puisi

mungkin ada yang merindukanmu mungkin disampaikan lewat kata-kata pada kawat mungkin juga udara atau mimpimu

tapi mungkin ingin kau ingin lupakan segalanya melupakan segala hiruk pikuk dunia yang membuatmu mual dan muak

dan engkau termangu setiap kali puisi menyapamu

Comments

Popular posts from this blog

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi

DI PENGHUJUNG OKTOBER

hujan masih terus gemericik. senja kehilangan semburat cahaya. langit warna kelabu. apa kabar puisi? sia siakah penyair mengekalkan segala dalam kata. puisi menggigil di bawah gemericik hujan. langit yang kehilangan semburat cahaya. senja yang menyisakan warna kelabu. apa kabar penyair? apakah sia sia aku dituliskan. puisi menggigil menari di bawah gemericik hujan.