Skip to main content

Kemarahan Yang Tak Pernah Berhitung



kemarahan yang tak pernah berhitung tentang tangis darah airmata
adalah sorot mata yang meletikkan bara api
dan meledakkan amunisi kebencian ke segala arah

adalah engkau yang menyimpan perih
tak tahu hendak apa
tak tahu hendak mengapa

mata hati buta
telinga hati tuli

karena kemarahan
maka tak pernah kau hitung
tangis darah airmata manusia tak berdosa
meledak bersama amunisi kebencian dan amarahmu!

Comments

Popular posts from this blog

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi

DI PENGHUJUNG OKTOBER

hujan masih terus gemericik. senja kehilangan semburat cahaya. langit warna kelabu. apa kabar puisi? sia siakah penyair mengekalkan segala dalam kata. puisi menggigil di bawah gemericik hujan. langit yang kehilangan semburat cahaya. senja yang menyisakan warna kelabu. apa kabar penyair? apakah sia sia aku dituliskan. puisi menggigil menari di bawah gemericik hujan.