Skip to main content

Contoh Puisi Untuk Sahabat, Kawan, Teman Penyair

ADA YANG MENGERJAP DI LANGIT SUBUH

Ada yang mengerjap di langit subuh,
mungkin puisi, yang tak memejamkan mata
walau sekejap

menggoda dengan sihir kata,
hingga malam membuka rahasianya
hingga sunyi mengembun di pelupuk

matanya


DONGENG PEMULUNG WAKTU
: hasan aspahani

aku teringat dongengmu itu: pemulung waktu,
sepertinya aku sering bertemu

sepanjang perjalanan berliku,
tak henti mengawasiku

mengikut jejak bayangku
jika kutoleh, ia tersenyum

dan menyapaku, seakan menyeru:
mana waktu untukku?

sedang aku bergegas tak tentu
entah kemana menuju

namun pemulung itu mengikuti melulu
mungkin menunggu terus menungguku

menyerah di puncak sunyiku
di nol waktu



PUISI BERTAMU PAGI-PAGI

segelas besar kopi harum sekali, menyambut puisi bertamu pagi pagi. belum sempat aku mandi, berbenah rumah biar rapi

selamat pagi puisi, silakan dihirup aroma panas kopi. mari, ini bikinan sendiri sedap diteguk di dingin begini

puisi meneguk kopi terasa nikmat sekali

“apa kabar diksi dan imaji?” aku bertanya pada puisi

puisi meneguk kopi sekali lagi, lalu berdiri, lantas pergi, tanpa permisi

Comments

Popular posts from this blog

Aku Merindukanmu

aku merindukanmu, tapi jarak dan waktu mengurungku o mata, siapa simpan kesedihan di situ, dalam bening sedu sedan tertahan, dalam dada aku merindukanmu, kau harus percaya itu seperti kau tahu, yang merindu menunggu saat memburu tuju!

Contoh Puisi Post modern dan Post colonial

DONGENG HANTU DI KOTA SAJAK Buat: penyair w hantu telah meledakkan mimpi kota kota di malam malam panjang mengerikan sebagai teror yang dicipta dalam koran dan televisi dan film holywood di mana tak ada rambo atau james bond yang mampu mencegahnya karena kesumat telah menjadi seamuk mayat yang dibangkitkan dari kuburnya dengan dendam dan belatung dari borok luka yang penuh darah dan nanah gentayangan menghampiri sajak yang penuh kegelapan bahasa yang telah menjadi sulapan dari dunia kegelapan menghantuimu dengan mulut mulut nganga berbau busuk propaganda tak henti henti dari botol botol minuman impor berlabel franchise formula dan resep paha ayam bumbu tepung menyerbu lambung kanak kanakmu sebagai sampah yang dilesakan ke dalam lapar negara negara dunia ketiga yang mabuk bahasa iklan dan ekstasi yang menjungkirbalikan kepala hingga di bawah telapak kaki para monster yang telah menciptakan frankenstein dan domba dolly berkepala manusia di pesta pora membunuh angka angka data statistik

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi