Skip to main content

mengapa kau rindu puisi yang tak juga merindu dirimu

mengapa kau rindu puisi sedang puisi tak juga merindu
dirimu

serupa bulan merindu pungguk di malam benderang

mengapa kau rindu puisi sedang puisi tak juga merindu
dirimu

serupa waktu tak pernah menunggu

mengapa kau rindu puisi sedang puisi tak juga merindu
dirimu

serupa khafilah yang tak hirau gonggonganmu

mengapa kau rindu puisi sedang puisi tak juga merindu
dirimu

serupa aku yang memburu tak juga bertemu
diriku

Comments

Popular posts from this blog

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi

DI PENGHUJUNG OKTOBER

hujan masih terus gemericik. senja kehilangan semburat cahaya. langit warna kelabu. apa kabar puisi? sia siakah penyair mengekalkan segala dalam kata. puisi menggigil di bawah gemericik hujan. langit yang kehilangan semburat cahaya. senja yang menyisakan warna kelabu. apa kabar penyair? apakah sia sia aku dituliskan. puisi menggigil menari di bawah gemericik hujan.