Skip to main content

Mencoba Fasilitas Google Plus

Sudah lama saya membaca artikel   ini, saya akan mencoba memention saya sendiri dulu ya. Hehehe.

Jadi google+ sekarang seperti facebook dan twitter, bisa mention juga. Blogspot yang dimiliki oleh google juga akhirnya memanfaatkan fasilitas ini. Coba saya mention akun google+ saya yaitu: +Nanang Suryadi dan +Nanang Suryadi ternyata bisa otomatis.

Saya panggil siapa lagi ya? +Doddy Hidayat dan +dhanang ernawan deh. Biar baca puisi saya. Hahaha.

Ayo-ayo. Siapa lagi yang mau baca puisi? +Andrea Gibran +andika rahmawati +Andiana Moedasir +Rudy Prihatin +aan mansyur +hasan aspahani +Andy Tantono +erland herlambang +nugraha arief +Pramoe Aga +Daniel Prasatyo +Bintang Pradipta +Oddie Fiksimini

Nah kan, sudah bisa. :)) Ayo dicoba



Sila ditengok juga:


Puisi Universitas Brawijaya 
Nanang Suryadi Lecture UB
Web Nanang Suryadi

Comments

Popular posts from this blog

Aku Merindukanmu

aku merindukanmu, tapi jarak dan waktu mengurungku o mata, siapa simpan kesedihan di situ, dalam bening sedu sedan tertahan, dalam dada aku merindukanmu, kau harus percaya itu seperti kau tahu, yang merindu menunggu saat memburu tuju!

Contoh Puisi Post modern dan Post colonial

DONGENG HANTU DI KOTA SAJAK Buat: penyair w hantu telah meledakkan mimpi kota kota di malam malam panjang mengerikan sebagai teror yang dicipta dalam koran dan televisi dan film holywood di mana tak ada rambo atau james bond yang mampu mencegahnya karena kesumat telah menjadi seamuk mayat yang dibangkitkan dari kuburnya dengan dendam dan belatung dari borok luka yang penuh darah dan nanah gentayangan menghampiri sajak yang penuh kegelapan bahasa yang telah menjadi sulapan dari dunia kegelapan menghantuimu dengan mulut mulut nganga berbau busuk propaganda tak henti henti dari botol botol minuman impor berlabel franchise formula dan resep paha ayam bumbu tepung menyerbu lambung kanak kanakmu sebagai sampah yang dilesakan ke dalam lapar negara negara dunia ketiga yang mabuk bahasa iklan dan ekstasi yang menjungkirbalikan kepala hingga di bawah telapak kaki para monster yang telah menciptakan frankenstein dan domba dolly berkepala manusia di pesta pora membunuh angka angka data statistik

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi