Skip to main content

Posts

Di Saat Senja Aku Menulis Puisi

di saat senja aku menulis puisi senja merasuk ke dalam puisi puisi angslup ke dalam bias cahaya cahaya senja, cahaya senja adalah puisi yang tiba-tiba menggoda dalam gemetar remang cahaya puisi berpendar dalam cahaya cahaya yang segera sirna ke dalam kelam, ke dalam silam Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi

Blog Sastra Indonesia

Jika kita mencari puisi di internet, maka akan banyak sekali hasil yang didapatkan, bermacam puisi akan muncul. Mungkin anda akan diberi alternatif pencarian dengan menggunakan kata puisi, misalnya: puisi sepi , puisi cinta , puisi persahabatan , puisi ulang tahun, puisi sedih, puisi sunyi, puisi indonesia, puisi wisata, puisi entah apa lagi. Di internet juga kita bisa menemukan blog-blog sastra, jika kita masukkan keywords sastra, mungkin akan masuk ke situs yang berasal dari india, karena sastra memang serapan dari bahasa india. Tapi bisa juga masuk ke situs-situs atau portal sastra Indonesia, semacam fordisastra dan cybersastra. Banyak sekali situs sastra indonesia di internet. Jika kita ingin membaca karya Sastra Indonesia sangat banyak tersedia, dan gratis. Karya sastra Indonesia berupa puisi , cerpen, esai bahkan novel dalam buku elektronik tersedia cuma-cuma. Dalam blog puisi ini, saya menyediakan hanya puisi dan beberapa esai, juga sedikit cerpen yang terselip. Jika anda in...

Mencoba Fasilitas Google Plus

Sudah lama saya membaca artikel   Mention people in your posts with Google+  ini, saya akan mencoba memention saya sendiri dulu ya. Hehehe. Jadi google+ sekarang seperti facebook dan twitter, bisa mention juga. Blogspot yang dimiliki oleh google juga akhirnya memanfaatkan fasilitas ini. Coba saya mention akun google+ saya yaitu:  +Nanang Suryadi  dan  +Nanang Suryadi  ternyata bisa otomatis. Saya panggil siapa lagi ya?  +Doddy Hidayat  dan  +dhanang ernawan  deh. Biar baca puisi saya. Hahaha. Ayo-ayo. Siapa lagi yang mau baca puisi?  +Andrea Gibran   +andika rahmawati   +Andiana Moedasir   +Rudy Prihatin   +aan mansyur   +hasan aspahani   +Andy Tantono   +erland herlambang   +nugraha arief   +Pramoe Aga   +Daniel Prasatyo   +Bintang Pradipta   +Oddie Fiksimini Nah kan, sudah bisa. :)) Ayo dicoba Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture U...

Blog dan Portal Sastra Indonesia

Dalam daftar link di bagian menu sebelah kanan blog Puisi ini, saya mencantumkan banyak banyak link dari teman-teman penyair, juga portal-portal sastra yang mungkin akan bermanfaat bagi yang memerlukan. Saat ini selain mengelola beberapa blog pribadi, saya juga mengelola beberapa portal yang berkaitan dengan seni budaya dan sastra, yaitu: fordisastra.com Portal Sastra Indonesia , Jendelabudaya.com Portal Seni Budaya dan Cybersastra.org Portal Sastra Cyber Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi

Sila kirim Puisi ke fordisastra.com

Bagi rekan-rekan yang ingin mengirim puisi sila kunjungi fordisastra.com , portal sastra Indonesia yang berdiri sejak 2005. Portal Sastra Indonesia ini selain memuat puisi , juga memuat cerpen, esai, novel, biografi sastrawan dll. Sila pasang link blog anda juga di sana, sisipkan di antara karya yang anda kirim. Sekedar informasi Pagerank fordisastra.com saat ini 4, mungkin bisa membantu membacklink blog-blog anda untuk meningkatkan pagerank juga. Sila kunjungi fordisastra.com , portal sastra Indonesia . Sila ditengok juga:   Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi

Sajak di Kampung dan Kafe-kafe

Dalam jagat Internet, sastra tumbuh menjadi sesuatu yang tak angker. Belum menghasilkan karya yang cemerlang, tapi orang jadi tak sungkan menulis sajak, cerpen, atau esai—sebagian bahkan sudah diterbitkan menjadi buku. Inilah kisah seputar aktivis sastra cyber. SUATU hari pada tahun 2000. Di sebuah warung Internet di Depok, Gratiagusti Chananya Rompas duduk mencangkung di depan komputer. Tangannya memencet-mencet papan tombol, mengisi kolom-kolom pada tampilan Yahoogroups. Anya, begitu ia biasa dipanggil, belum lama kenal Internet. Tetapi ia tahu, di ranah maya ini bisa terbentuk ruang diskusi. Ia memilih Bunga Matahari sebagai nama milis. Selama beberapa waktu, milis itu hanya beranggotakan dua orang. Anya dan temannya, Danar Pramesti. Keduanya adalah mahasiswa Universitas Indonesia penyuka puisi. Bunga Matahari semula mereka bangun sebagai ajang rendezvous pertukaran puisi antar-mereka. ”Sebelum di milis, kami tuker-tukeran puisi kalau ketemu di kampus,” kata Anya. Kini, enam tahun k...