Skip to main content

Kota Yang Tenggelam

:jakarta

adakah yang ingin kau tanyakan, pada deras hujan
tapi mungkin cemas telah kehilangan tanya,
juga kata

"kota yang tenggelam, kota yang tenggelam"
ada suara bergema di dalam kepala

adakah yang ingin kau tanyakan, pada deras alir mengalir
tapi mungkin takut telah kehilangan tanya,
juga kata

"kota yang tenggelam, kota yang tenggelam"
ada bisik tak berhenti di telinga

adakah yang ingin kau tanyakan, pada:
suara-suara

Comments

  1. angin yang menenggelamkan kotamu, kutanyakan 1 hal padamu, akan dikemanakan kau bawa lari hatiku ? tidak lihatlah, aku sudah berbisik, menjerit, bahkan histeris, mencari celah untuk bertemu dengan bayangan kekasihku, adakah kau tak bertanya, siapakah aku, dan mengapa aku, ada disini ? apakah kau sudah terhanyut ketika deras hujan menenggelamkan kotamu... dan aku berbisik bertanya pada hatimu. dewi.penyair

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Aku Merindukanmu

aku merindukanmu, tapi jarak dan waktu mengurungku o mata, siapa simpan kesedihan di situ, dalam bening sedu sedan tertahan, dalam dada aku merindukanmu, kau harus percaya itu seperti kau tahu, yang merindu menunggu saat memburu tuju!

Contoh Puisi Post modern dan Post colonial

DONGENG HANTU DI KOTA SAJAK Buat: penyair w hantu telah meledakkan mimpi kota kota di malam malam panjang mengerikan sebagai teror yang dicipta dalam koran dan televisi dan film holywood di mana tak ada rambo atau james bond yang mampu mencegahnya karena kesumat telah menjadi seamuk mayat yang dibangkitkan dari kuburnya dengan dendam dan belatung dari borok luka yang penuh darah dan nanah gentayangan menghampiri sajak yang penuh kegelapan bahasa yang telah menjadi sulapan dari dunia kegelapan menghantuimu dengan mulut mulut nganga berbau busuk propaganda tak henti henti dari botol botol minuman impor berlabel franchise formula dan resep paha ayam bumbu tepung menyerbu lambung kanak kanakmu sebagai sampah yang dilesakan ke dalam lapar negara negara dunia ketiga yang mabuk bahasa iklan dan ekstasi yang menjungkirbalikan kepala hingga di bawah telapak kaki para monster yang telah menciptakan frankenstein dan domba dolly berkepala manusia di pesta pora membunuh angka angka data statistik

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi