Skip to main content

Hidup Yang Kita Syukuri

;kh

hidup yang kita jalani, hidup yang kita syukuri
dengan tawa atau tangis
melebur dalam cinta sang maha cinta

hidup yang kita beri arti, hidup yang kita syukuri
dengan riang canda atau airmata
menabur cinta ke dada cahaya

hidup yang kita jalani, hidup yang kita syukuri
dengan suka atau luka
menelusur jejak cintanya

semata, karena cintanya

Comments

  1. Hai Nanang... jika aku baca puisimu aku ingat pergulatan saat kamu kuliah dulu. Menjadi orang yang "unik" di antara para mahasiswa "normal", hehehe.
    Terus resonansikan rasa dan pikiranmu melalui untaian kata membius!

    Hananto (bukan ulo)

    ReplyDelete
  2. syukur bersama kata
    datang bersama semilir waktu

    ketika syukur membuai
    engkau bisa tertawa lepas

    melepaskan segala tanya...
    mengelupas ikatan waktu

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Aku Merindukanmu

aku merindukanmu, tapi jarak dan waktu mengurungku o mata, siapa simpan kesedihan di situ, dalam bening sedu sedan tertahan, dalam dada aku merindukanmu, kau harus percaya itu seperti kau tahu, yang merindu menunggu saat memburu tuju!

Contoh Puisi Post modern dan Post colonial

DONGENG HANTU DI KOTA SAJAK Buat: penyair w hantu telah meledakkan mimpi kota kota di malam malam panjang mengerikan sebagai teror yang dicipta dalam koran dan televisi dan film holywood di mana tak ada rambo atau james bond yang mampu mencegahnya karena kesumat telah menjadi seamuk mayat yang dibangkitkan dari kuburnya dengan dendam dan belatung dari borok luka yang penuh darah dan nanah gentayangan menghampiri sajak yang penuh kegelapan bahasa yang telah menjadi sulapan dari dunia kegelapan menghantuimu dengan mulut mulut nganga berbau busuk propaganda tak henti henti dari botol botol minuman impor berlabel franchise formula dan resep paha ayam bumbu tepung menyerbu lambung kanak kanakmu sebagai sampah yang dilesakan ke dalam lapar negara negara dunia ketiga yang mabuk bahasa iklan dan ekstasi yang menjungkirbalikan kepala hingga di bawah telapak kaki para monster yang telah menciptakan frankenstein dan domba dolly berkepala manusia di pesta pora membunuh angka angka data statistik

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi