Skip to main content

Tahun Ketiga Puluh Empat

;ns

apa yang kau ingat
mungkin kematian yang kian mendekat

jarum jam menunjuk
membusur ke dada hibuk

telah berapa jejak yang kau buat
hingga sampai pada alamat

putaran waktu berulang kembali
berputar ke awal mulai jadi

akankah engkau menengadah
atau tertunduk kalah

karena demikianlah hidup
memberi arti pada yang tak kau mengerti

karena demikianlah hidup
sesuatu yang sukar kau mengerti

dan ingin kau beri arti

Juli, 2007

Comments

Popular posts from this blog

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi

DI PENGHUJUNG OKTOBER

hujan masih terus gemericik. senja kehilangan semburat cahaya. langit warna kelabu. apa kabar puisi? sia siakah penyair mengekalkan segala dalam kata. puisi menggigil di bawah gemericik hujan. langit yang kehilangan semburat cahaya. senja yang menyisakan warna kelabu. apa kabar penyair? apakah sia sia aku dituliskan. puisi menggigil menari di bawah gemericik hujan.