Skip to main content

puisi selalu cemburu pada hidup yang nyaman

: sigit pramudito, ziplesshyde, yayan, bajang, bemzq

angin berhembus di sela sela jendela. engkau merangkai gerimis yang jatuh. dari mata itu, kenang mulai menggenang.

ada yang mengerjap, mungkin harap. ada yang mengusap airmata, dari mata yang sembab.

mungkin ada yang tak mau pergi dari dalam kepalamu. meriuh. menggaduh. seperti waktu. mengetukmu penuh rindu.

bara terus menyala, di dalam kepala, lelaki yang terapung, terhempas gelombang, tak mati juga

ada yang ingin berdiam, dalam tenteram. tapi puisi kukira, selalu cemburu pada hidup yang nyaman

Malang, 2011

Comments

  1. nah. hidup normal dan kemapanan. puisi seperti apa yang bisa ditulis dari ini. ah, mungkin. "rutin, tak menarik lagi tetapi tetap layak disyukuri." :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi

DI PENGHUJUNG OKTOBER

hujan masih terus gemericik. senja kehilangan semburat cahaya. langit warna kelabu. apa kabar puisi? sia siakah penyair mengekalkan segala dalam kata. puisi menggigil di bawah gemericik hujan. langit yang kehilangan semburat cahaya. senja yang menyisakan warna kelabu. apa kabar penyair? apakah sia sia aku dituliskan. puisi menggigil menari di bawah gemericik hujan.