Skip to main content

Posts

Antologi Puisi Nanang Suryadi Terbaik Indonesia Update

KARENA DIKSI sebagai petapeta yang dilukis menghamburkan jejak lama dari riwayat sebuah ingatan hingga waktu merapat ke titik nol sampai dentingnya yang menggaung menjadi senyap lenyap dalam sajak tak selesai karena huruf membisu dalam rahim pertapaan menumbuh tumbuh dalam diam dalam sunyi memandang diri semakin asing pada rambu rambu di jalanan pada buku buku dan kitab suci layaknya puisi aneh yang ditulis dari arus deras mimpi mengamuk tak tahu mau meloncatloncat tak tahu ingin menarinari tak tahu hendak bolak balik kata berbolak balik menemu kembali kata yang sama mengulang ulang baiklah siapkan saja pena deret leburkan kata bergumulah dalam frasa bersetubuhlah dalam kalimat baris dan bait sajak menelusur hingga mula, karena jadi maka jadilah: karena rona karena warna karena nuansa karena biru karena hitam karena jingga karena waktu karena senja karena petang karena malam karena fajar karena detik karena jam karena hari karena minggu karena bulan karena musim karena tahu...

PENAT

demikian penat membilur hari hari lelah lungkrah tak berdaya diri tak tegar diri goyah lemah melayang layang mengawang awang langkah menggamang gamang o mengapa diri mengapa tak napak jejak tegak menapak tapak di bumi sendiri tak gamang menggoda goda tak ragu mengganggu ganggu o diri ke mana akan pergi dimana niat ditancap dengan sepenuh hati sepenuh itikad diri menempuh tempuh jejalan bebatu terjal mendaki menaik turun lembah gegunung ngarai curam o diri menjejak riwayat menelusur akar hingga ke inti di sunyi sendiri di gelisah sendiri di amuk sendiri di pekik sendiri di gumam sendiri di maki sendiri di rindu sendiri di geram sendiri di amarah sendiri di bisik sendiri di diam sendiri meledak ledak dalam dada sendiri meruah magma meruah lava meruah mengalir alir ke engkau engkau engkau o mula mula o akhir segala mula mula segala akhir tak bermula tak berakhir melingkar lingkar rahasia tanya jawab melingkar lingkar jawab tanya rahasia melingkar lingkar o mampus diri diregang sekarat me...

KABUT

kabut menari nari di mata matahari menari nari kabut melindap lindapkan cahaya ke gelap terang hari di batas batas mimpi mimpi sendiri di batas batas lelaku sendiri sebagai sepi merajam rajam diri merajam tikam hingga luka diri berdarah diri melolong nyeri melolong tak henti ke langit tak bertepi membilang duka membilang suka membilang bilang o siapa bertahta dalam diri siapa mengujar dalam diri memaki maki menyumpah sumpah serapah ke segala arah tak ditemu apa tak ditemu mengapa tak ditemu sebab tak ditemu kata tak ditemu kalimat tak ditemu makna tak ditemu hakikat tak ditemu karena tak ditemu arti kabut menari nari di mata hari hari menggelinjang meronta ronta memuntah puntah gelegak dipusar arus di dalam palung rahasia segelap mata matahari menari kabut di matanya Depok, 13 April 2003

Contoh Puisi Imaji

IMAJI dia seorang perempuan "karena ia adalah imaji. sebagai ilusi. yang telah memabukanku. maka kuterima bayang-bayangnya menyetubuhi diriku." dia seorang perempuan "karena demikian indah kenangan itu. walau tak sampai. walau. maka aku tolak saja segala kenyataan. yang tak seindah imaji. ilusi yang memabukanku hingga kini." dia seorang perempuan "karena ia adalah imaji. sebagai ilusi. yang telah memabukanku. maka akan kuusir ia. jika datang sebagai daging segar lelaki!" dia seorang perempuan di imaji lelaki PENGEMBARA MALAM : heriansyah latief pengembara malam penggembala angin pejalan sunyi merindu cinta di dekap rembulan yang sempurna cahayanya disebutnya sebuah nama nama yang melintas di lintas hidupnya o kenangan o harapan o kenyataan o menikam dadamu hingga darah hingga jadi debu yang diterbangkan angin di sampaikan ke dalam dadanya sebagai rindumu sebagai cintamu sebagai dirimu yang menyelinap dalam jantung hatinya yang darah

Contoh Puisi Peduli Lingkungan Hidup

TAK LAGI KULIHAT KUNANG-KUNANG tak lagi kulihat kunang-kunang terbang di malam hari berkedip-kedip seperti dalam malam kanak-kanakku dulu tak lagi kulihat kunang-kunang di kota yang penuh polusi ini orang-orang bilang padaku waktu itu kunang-kunang menjelma dari kuku orang-orang mati yang di kubur di makam di dekat ladang belakang rumahku kunang-kunang beterbangan dalam puisi hasan aspahani, mungkin sheila suatu ketika bertanya: abah, apa itu kunang-kunang? tapi batam bukan kampung halaman di pedalamanan depok, 2003

Sajak Untuk Kawan

PESAN DEBU KEPADAMU debu. sebagai pesan yang dihantarkan angin kepadamu: "masih kau simpan rindu itu?" mungkin waktu menguji jawabmu KABAR DARI PERBATASAN di perbatasan bayangkan aku harus berdiri sepanjang hari mengawasi agar mereka mengerti bahwa aku menjaga cinta di hati aku harus di sini, di perbatasan ini karena masih kulihat sekam sekam membara membakar diri diri mereka sendiri KARENA TANGANNYA MEMERCIKKAN API kembali kau hitung lembar demi lembar rambut yang mulai memutih apakah kau temukan di situ riwayat derita hingga kau temukan mimpi yang dipecahkan dalam semalam pada matamu yang mencekung pada wajahmu yang semakin tirus kurus karena neraka yang menjelajela dalam dada menghanguskan segala harap yang ditumbuhkan sebagai bunga yang kau siram dan kau bermimpi untuk tumbuh tapi api yang dipercikkan tangannya ke dalam dadamu menyalakan neraka yang menghanguskan segala rindu cintamu hingga LORONG RAHASIA kau sibaksibak rahasia di padangpadang datar di semaksemak rerumpu...