Skip to main content

BUSH MENGHITUNG HARI SADDAM


buat: ben abel


Dihitung hari-hari Saddam, sebagai tetes minyak di tengah gurun, di cemas kabar. Bush menandai hari, mungkin di sela salju dan gemerincing bel. Hari-hari yang mengkhawatirkan

Kuterima suratmu, dari negeri jauh, menerbang di antara putih salju: mungkin akhir tahun ini...

Lalu kubayangkan rudal meledakkan kota-kota, dentumnya terdengar: buuuush! buuuush! saaaaaaaad daaaaaaaam! Kepiluan yang sama akan terdengar. Seperti Kuta, Kandahar, Sarajevo, Sabra Satila, dan negeri yang kau tulis di buku harian, dengan airmata. Dengan airmata

Kutulis sajak ini. Mengingat surat yang kirim saat itu: mungkin akhir tahun ini...

Malabar, Desember 2002


Comments

Popular posts from this blog

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi

DI PENGHUJUNG OKTOBER

hujan masih terus gemericik. senja kehilangan semburat cahaya. langit warna kelabu. apa kabar puisi? sia siakah penyair mengekalkan segala dalam kata. puisi menggigil di bawah gemericik hujan. langit yang kehilangan semburat cahaya. senja yang menyisakan warna kelabu. apa kabar penyair? apakah sia sia aku dituliskan. puisi menggigil menari di bawah gemericik hujan.