Skip to main content

SAJAK IA YANG MEMBAYANGKAN DIRINYA YANG MISKIN



ia membayangkan bagaimana seseorang itu duduk di sebuah museum dan menulis tentang orang-orang miskin di sekelilingnya seperti ia yang miskin dan harus dipinjami uang terus menerus oleh sahabatnya yang ingin agar buku itu selesai dan ia terus membayangkan tentang rumahnya di desa yang jauh dan ia tidur di kamar yang sempit di sebuah rumah yang disewa-sewakan kamarnya yang berbau apak dan bau alkohol murahan serta sedikit muntah dari mulutnya semalam saat ia membayangkan bagaimana mungkin seorang kelas menengah dapat menulis tentang derita dan kemiskinan para buruh yang bekerja di antara bising deru mesin di antara modal yang tak menghitung tenagamu selain sebagai kelipatan keuntungan rente bagaimana mungkin ia hidup dengan tenaga yang terus dihisap dihisap oleh para pemodal yang menyeringai di kamarnya yang hangat dekat tungku besar di saat salju turun tiba di saat loncengberdentangan dari gereja yang megah mengingatkan liburan akan tiba bagaimana dengan hadiah untuk anak-anak dan istrinya di kampung halaman bagaimana dengan makannya di hari liburan itu di mana ia harus mendapatkan uang karena tak ada yang meminjaminya lagi ia uang karena tangan dan kakinya telah terlindas mesin di minggu kemarin!

2002




Comments

Popular posts from this blog

Aku Merindukanmu

aku merindukanmu, tapi jarak dan waktu mengurungku o mata, siapa simpan kesedihan di situ, dalam bening sedu sedan tertahan, dalam dada aku merindukanmu, kau harus percaya itu seperti kau tahu, yang merindu menunggu saat memburu tuju!

Contoh Puisi Post modern dan Post colonial

DONGENG HANTU DI KOTA SAJAK Buat: penyair w hantu telah meledakkan mimpi kota kota di malam malam panjang mengerikan sebagai teror yang dicipta dalam koran dan televisi dan film holywood di mana tak ada rambo atau james bond yang mampu mencegahnya karena kesumat telah menjadi seamuk mayat yang dibangkitkan dari kuburnya dengan dendam dan belatung dari borok luka yang penuh darah dan nanah gentayangan menghampiri sajak yang penuh kegelapan bahasa yang telah menjadi sulapan dari dunia kegelapan menghantuimu dengan mulut mulut nganga berbau busuk propaganda tak henti henti dari botol botol minuman impor berlabel franchise formula dan resep paha ayam bumbu tepung menyerbu lambung kanak kanakmu sebagai sampah yang dilesakan ke dalam lapar negara negara dunia ketiga yang mabuk bahasa iklan dan ekstasi yang menjungkirbalikan kepala hingga di bawah telapak kaki para monster yang telah menciptakan frankenstein dan domba dolly berkepala manusia di pesta pora membunuh angka angka data statistik

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi