Skip to main content

ada yang tak ingin segera terpejam

ada yang tak ingin segera terpejam: buku buku, kertas koran, puisi yang belum selesai dituliskan, juga aku

mungkin puisi tak akan pernah selesai dituliskan, melunaskan rindu yang tak habis terasakan

dengan jemarimu berapa sajak ingin kau tuliskan? sedang waktu tak ambil peduli

kita membangun angan dengan bata kata kata yang terbata bata

malam terus melarut ke dalam rasa sakit yang bersarang di dalam perut

aku bicara padamu, dengar aku bicara padamu, bayang bayangku!

jam berapa sekarang? Kau dengar tanyaku? jam berapa sekarang?

bayang bayang tak menjawab, puisi belum habis terbaca.

Comments

Popular posts from this blog

Aku Merindukanmu

aku merindukanmu, tapi jarak dan waktu mengurungku o mata, siapa simpan kesedihan di situ, dalam bening sedu sedan tertahan, dalam dada aku merindukanmu, kau harus percaya itu seperti kau tahu, yang merindu menunggu saat memburu tuju!

Contoh Puisi Post modern dan Post colonial

DONGENG HANTU DI KOTA SAJAK Buat: penyair w hantu telah meledakkan mimpi kota kota di malam malam panjang mengerikan sebagai teror yang dicipta dalam koran dan televisi dan film holywood di mana tak ada rambo atau james bond yang mampu mencegahnya karena kesumat telah menjadi seamuk mayat yang dibangkitkan dari kuburnya dengan dendam dan belatung dari borok luka yang penuh darah dan nanah gentayangan menghampiri sajak yang penuh kegelapan bahasa yang telah menjadi sulapan dari dunia kegelapan menghantuimu dengan mulut mulut nganga berbau busuk propaganda tak henti henti dari botol botol minuman impor berlabel franchise formula dan resep paha ayam bumbu tepung menyerbu lambung kanak kanakmu sebagai sampah yang dilesakan ke dalam lapar negara negara dunia ketiga yang mabuk bahasa iklan dan ekstasi yang menjungkirbalikan kepala hingga di bawah telapak kaki para monster yang telah menciptakan frankenstein dan domba dolly berkepala manusia di pesta pora membunuh angka angka data statistik

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi