Posts

Showing posts from November 4, 2003

UPACARA EROS

:randu & rano

dan engkau menangis. karena cinta, katamu. mungkin eros, tepatnya. sebagai ledakan yang tak henti mengguncang dada. membuka segala rahasia semesta. dalam tarian: tawa dan luka.

dan engkau menangis. menelusur baris-baris yang dikekalkan. mungkin dongeng dari masa lalu, lelaki yang ingin mengabadikan riwayat gelombang lautan.

dan engkau menangis. dan kalian menangis. di detik yang senyap.

TAKWIL SAZANO

lalu kau kau berjalan mungkin berlari mungkin mengendap sambil menebar ribuan tanda mungkin serupa mimpi sebagai kebenaran pada terjemah yusuf dan ibrahim karena suatu ketika kau biarkan dirimu serupa kendi yang haus hendak akan air karena pengetahuan bemula dari mimpi mimpi yang dijelmakan mungkin dari dongeng sebelum tidur serupa bayang yang menghablur antara mitos dan nyata mungkin serupa setengah kekosongan mungkin serupa setengah keberadaan dan engkau merasakan diri adalah perempuan yang ingin meneguk embun dari bulan emas matahari intan permata dan belas kasih manusia tapi kau ingin menjadi pecinta berjalan mencari tuhannya dalam tubuh lelaki melintasi kata huruf yang berjejalan sebagai baris-baris yang dikekalkan pada sel-sel di lubuk jauh kesadaranmu yang utuh di palung terdalam rahasia waktu yang meleleh dan berhenti di titik diam. dirimu

PADA RAKAAT TERGESA MASIH KAU DENGAR RINDUKU?

kekasih masih kau dengar kupanggil namamu pada rakaat-rakaat tergesa?
karena dunia menyihirku dengan kesibukan. hingga tak kuliat seribu
bulan bercahaya benderang. di waktu takdirmu.

ampuni aku. bukan berarti aku tak merindu.


KEKASIH YANG KURINDU

kekasih bagaimana harus kuungkapkan geletar rindu ini menemu cintamu
seluruh sedang resah ini menggigilkanku karena sepertinya engkau
menatapku demikian beku ke dalam lubuk dadaku

o adakah yang lebih selain cintaku padamu kekasih

engkau demikian pencemburu, memburuku dengan tatap matamu ke segala
penjuru karena masih lalai diri

o mula akhir cinta jangan kau pergi dari hidupku biar kunyalakan
sepanjang waktu hingga di laut cahayamu cinta melarut bersatu: SATU.
o engkau segala tuju inilah daku!

inilah resahku! inilah gelisahku! sebagai tangis menyerumu penuh
rindu menanti dekapmu merengkuh redakan tangis perih lukaku

malang, nopember 2003




SAJAK YANG KESEPIAN

:ts pinang

sebagai sajak yang kesepian ditinggalkan pergi puisi aku tinggalkan
segala kenangan hingga kenangan menjadi sajak yang kesepian bukankah
puisi adalah mula sepi mungkin juga nyeri yang kita cari ujarmu
dengan sebilah kata yang ditusukan ke dalam jantung sunyi dan resah
yang tak henti walau telah didayungkan membelah arus laut gelombang
hingga dermaga hingga pelabuhan di mana cinta memanggilmu dimana
kekasih menyambutmu tapi kau ingat lelaki tua itu yang ringkih dan
penyakitan terus mengejek maut dan menolak daratan karena gelombang
lebih memberi gairah kehidupan walau yang ada hanya sajak yang
kesepian


Google+ Followers

Archive

Show more

Labels

Show more