Posts

Showing posts from 2017

Link Arsip Puisi Nanang Suryadi

Mungkin Kau Rindu Sajak

Ku Ingin Menulis Sajak Cinta Terbaik Sepanjang Masa

Menulis Sajak Cinta Terbaik  Sepanjang Masa
Sudahkah anda membaca sajak-sajak cinta ini? Sajak atau puisi cinta yang perlu anda baca. Mungkin ini sajak atau puisi cinta terindah sepanjang masa (hehehe). Silakan kunjungi dan baca dengan sepenuh perasaan. Semoga hanyut dalam rasa mendalam, dalam gelombang pasang sajak-sajak cinta yang penuh kerinduan. Puisi-puisi cinta. Ah puisi puisi cinta seakan tak lekang dalam perjalanan waktu.


Adakah Kau Rasa
Aku Merindu
Apa Kabar Senja
Bagaimana Dapat Kau Rasa
Bagaimana Dapat Kugambarkan Bahagia
Cintaku
Dari Kerling Hening
Di Ujung Setia
Dinyalakan-Nya
Halangi Langkah Kaki
Jangan Jadi Duri
Jika Cinta Hadir
Kau Tahu
Kudekap Engkau
Kuingin Katakan
Kumpulan Puisi Cinta
Kunthi Hastorini
Kutemu Senyummu
Kutulis
Lelaki Berpuisi
LENGKUNG MIMPI
Matamu Adalah Cahaya Purnama Bulan
Menapak Jejak di Jalan Setapak
Menemu Negeri Cahaya
Pada Keping Yang Sama
Puisi
Puisi Berdua
Puisi Cinta
Puisi Cinta Berdua
Puisi Cinta Kita
Puisi Cinta Romantis
Puisi Kunthi Hastorini
Rahasia Danau
Sajak
Sangsi
Seb…

Aku Merindukanmu

aku merindukanmu, tapi jarak dan waktu mengurungku
o mata, siapa simpan kesedihan di situ, dalam bening
sedu sedan tertahan, dalam dada aku merindukanmu, kau harus percaya itu
seperti kau tahu, yang merindu menunggu saat memburu tuju!

HUJAN TENGAH HARI

Gerimis menyapa
Debu kotaTanah haus kering tengadah
Siap terima rinduSepenuh pinta
Sepenuh cintaBandung, oktober 2017

SEPANJANG JALAN

Aku menyapa dipati ukur yang sedang lari pagi, hai sudah berapa putaran? Keringatnya menetes, udara segar selepas hujan tak membuat keringatnya segera mendingin. Ayo sarapan dulu, lontong sayur pojok monumen, bubur ayam atau kupat tahu. Dipati ukur tersenyum. Aku seperti juga melihat dia bersama teuku umar, hasanudin, surapati, diponegoro berlari menuju arah gedung sate. "Aku telah menemukan obatnya," ujar lelaki di depanku, menyantap cimol dan cilor dengan lahap. Aku menerka dia yang dipanggil pasteur. Segala hama, bakteri dan virus terperanjat karena aku mengenali namanya. "Jangan lupa ke braga, kita menjenguk kenangan di sana," seorang turis lelaki belanda berkata kepada perempuan di hadapannya. Mungkin dia juga ingat sukamiskin, wastuskencana, tamansari dan cihampelas."Aku ingin mandi di cikapundung yang jernih airnya. Setelah bermain kita di hutan huta dago," perempuan tua, seperti turis, tapi menyimpan masa lalu: harum cemara dan pucuk daun teh.Aku …

DONGENG ONDE ONDE LUMUT

"Alkisah, pada jaman dahulu kala...."Jadul. Jadul. Cerita kidz jaman now lah. Biar kekinian. Jangan cerita apalah apalah mommy."Baiklah. Pada jaman now ada seorang gadis bernama Onde onde lumut. Kenapa dia diberi nama itu? Dia suka makan onde onde warna hijau. Onde onde tanpa biji wijen. Saat hamil ibunya ngidam onde onde yang ditontonnya di di film warkop dki."Mana ada onde onde tanpa biji wijen, mommy? Anak pertama bernama Malkan Junaidi menyela, sambil googling mencari gambar onde tanpa biji wijen."Ini onde ondenya ya?" Teriak anak kedua, Jamil Massa namanya. Diacungkan smartphone. Googlingnya sukses: kue berwarna hijau mengundang selera. Itu klepon. Bukan onde onde. "Ini onde onde pulut."Onde onde pulut berwarna hijau, tak sehijau lumut. Kidz jaman now sibuk sendiri. Ibu mereka tak jadi mendongeng Onde onde lumut.Bandung, 15 Oktober 2017

Untuk Cintaku Kunthi

Kesabaran dan bersyukur adalah kunci
Membuka makna rahasia
Kehidupan
11 Agustus 2016

Sila ditengok juga:


Puisi Universitas Brawijaya 
Nanang Suryadi Lecture UB
Web Nanang Suryadi

DENGAN CINTA

suatu ketika rabi'ah ditanya, apakah kau membenci setan? jawabnya: tidak
banyak orang kebingungan dan bertanya: mengapa?
karena dalam diriku hanya ada Cinta

23 Maret 2000


Sila ditengok juga:
Puisi Universitas Brawijaya 
Nanang Suryadi Lecture UB


DARAH PERTAMA

lelaki yang terlahir di surga merasa paling tampan sedunia
"apa yang hendak kalian persembahkan?"
lelaki yang terlahir di bumi persembahkan kurban terbaik
"ah, gagak, ajari aku mengubur adikku sendiri"
begitulah, darah pertama manusia menetes di tangan saudara sendiri

22 Maret 2000

Sila ditengok juga:
Puisi Universitas Brawijaya 
Nanang Suryadi Lecture UB


SEORANG ANAK, REMBULAN DAN MATAHARI

rembulan merah darah,
tunjuk anak pada langit itu bulan mengapa marah
matahari merah darah tunjuk anak pada cakrawala itu matahari mengapa nangis?
darahnya leleh pada mata
matahari, rembulan mencium seorang anak yang selalu bertanya-tanya
dan kata mereka:"syukurlah, tak kau butakan matahati..."

Malang, 1993 - 1994


Sila ditengok juga:

Puisi Universitas Brawijaya 
Nanang Suryadi Lecture UB


Pakai

pakailah pakaian itu pakaian yang pantas untukmu tapi jangan kau pakai dengan kesombongan karena kau tak berhak memakai pakaian kesombongan

pakailah pakaian yang pantas untukmu yang masih layak sebelum akhirnya rusak dan kau pakai mengelap barang habis pakai
Bandung, 2016

Sila ditengok juga:
Puisi Universitas Brawijaya 
Nanang Suryadi Lecture UB

Ketika Benda

ketika benda benda berubah menjadi seperti manusia. maka engkau akan.dibisiki tiang listrik, dimarahi hujan, diteriaki matahari, dimakan.sendok, diminum gelas.
aku menulis puisi. benda benda berebut ingin serupa manusia. di dalam puisi mungkin.engkau dijual rumah.

Sila ditengok juga:
Puisi Universitas Brawijaya 
Nanang Suryadi Lecture UB


Menyapamu

Siapakah engkau? Bayang-bayang samar. Tak ada kaca untuk bercermin. Tak mengenali diri sendiri. Siapa engkau? Demikian lekat di denyut nadi. Kemana ku menghadap? Engkau semata. Tatapmu rahasia. Menembus dalam kalbu Di jalan puisi aku berjalan. Gaduh ramai manusia, tetap sunyi terasa. Demikian sunyi rahasiamu. Demikian teka-teki jalan sunyi. Menujumu
Aku menyapamu. Menyapamu dalam geletar tak menentu. Gemetar airmataku menyeru-nyeru, karena kutahu engkau maha tahu, segala rindu.
Bandung, 2016

Sila ditengok juga:

Puisi Universitas Brawijaya 
Nanang Suryadi Lecture UB


Di Penghujung Senja

di penghujung senja engkau menulis sajak, sebuah elegi, yang hendak menelusur jejak: airmata di jemarimu, puisi adalah kandil yang bertahan tak padam, dihembus angin malam "bicaralah, biar sunyi yang akan mengkhidmati," ujar malam kepadamu, yang merasa asing sendiri. "aku ingin menulis sajak, tapi mengapa puisi tak datang padaku?" tanyamu. mungkin puisi enggan datang kepadamu, penyair yang gagal menangkap isyarat, tanda-tanda, yang berulang disampaikan. cerminmu terlalu berdebu

Bandung, 2016


Sila ditengok juga:
Puisi Universitas Brawijaya 
Nanang Suryadi Lecture UB


di Beranda

di beranda
kubaca tanda tanda tak ada yang perlu dikhawatirkan,
sesungguhnya
karena cinta, cintamu semata
yang selalu terjaga
Bandung, 2016

Sila ditengok juga:
Puisi Universitas Brawijaya 
Nanang Suryadi Lecture UB


Doa

semoga yang kita lakukan membawa kebaikan bagi diri kita sendiri dan bagi semuanya. kebahagiaan, keselamatan, keberkahan hidup bagi kita semua. keikhlasan dan rasa bersyukur semoga hadir dalam kelapangan dada, menyingkirkan batu-batu kesombongan, kebencian, kedengkian dalam dada. "aku bertawakal kepadamu. sesungguhnya darimu segala mula, dan kepadamu segala akan kembali."
Bandung, 2016

Sila ditengok juga:
Puisi Universitas Brawijaya 
Nanang Suryadi Lecture UB


Awas

Awas tukang kipas, serunya. Aku tak melihat seorang pun membawa kipas. Udara hujan. Dingin. Untuk apa kipas? Nanti masuk angin. Udara panas pun tak ada yang membawa kipas, gumamku, terlebih ini udaranya dingin. Lalu siapa yang tadi.berseru awas tukang kipas? Dia mengingatkan kipas yang semakin langka atau bagaimana? Dia mengingatkan orang tentang pembuat kipas, pengguna kipas atau penjual kipas. Ada pernah kudengar film karena tak pernah kutonton: kipas kipas cari angin. Mengapa angin dicari? Siapa yang menculik? (Kipas angin menderu. Di ruangan penuh rencana. Udara terasa demikian panas. Hujan menderas di luar).
Bandung, 2016

Sila ditengok juga:
Puisi Universitas Brawijaya 
Nanang Suryadi Lecture UB


Syair Lagu Dangdut Lebaran Kuda

adek kangen abang
abang tak datang abang bilang kapan kapan
abang datang. lebaran kuda. lebaran kuda.
abang janji.doang.
Bandung, 2016


Sila ditengok juga:
Puisi Universitas Brawijaya 
Nanang Suryadi Lecture UB


Cinta Rahasia

tak ada yang perlu tahu 
bagaimana cintaku padamu,

biarlah hanya engkau yang tahu
dengan kemahatahuanmu
Bandung, 2016


Sila ditengok juga:
Puisi Universitas Brawijaya 
Nanang Suryadi Lecture UB


Google+ Followers

Archive

Show more

Labels

Show more