Skip to main content

ZIKIR

ZIKIR

:dato kemala


1.
sebagai gema

menyelinap
di sunyi getirku

sebagai bisik
rindu

melintas
pintu pintu langit

ingin menemu
awal akhir segala sesuatu


2.

sebagai gema

didawam-dawam nama
dicinta cinta

di dalam dada
ia bertahta


#####


SAPA SIAPA


kata siapa punya
siapa

sapa siapa pada
siapa


#######

AKU MEMAMAH

aku memamah kata
kukira akan jadi makna

aku memamah diksi
kukira akan jadi puisi

aku memamah sunyi
kukira akan jadi bunyi

aku memamah sepi
kukira tak akan jadi nyeri

seperti ini


#######


3308071973

:ns

sebagai percakapan
membunuh waktu:

"duka bahagia ada pada detik
nikmatilah
sebelum detikmu berhenti"

tiktik detik jam
memburu waktu
dengan tanya

berjuta detik
bertiktik di jam hidupku

hingga akhirnya
hingga saatnya

detik akan berhenti
di puncak segala puncak
duka bahagia

di titik
di nol detik-Mu

Comments

Popular posts from this blog

Aku Merindukanmu

aku merindukanmu, tapi jarak dan waktu mengurungku o mata, siapa simpan kesedihan di situ, dalam bening sedu sedan tertahan, dalam dada aku merindukanmu, kau harus percaya itu seperti kau tahu, yang merindu menunggu saat memburu tuju!

Contoh Puisi Post modern dan Post colonial

DONGENG HANTU DI KOTA SAJAK Buat: penyair w hantu telah meledakkan mimpi kota kota di malam malam panjang mengerikan sebagai teror yang dicipta dalam koran dan televisi dan film holywood di mana tak ada rambo atau james bond yang mampu mencegahnya karena kesumat telah menjadi seamuk mayat yang dibangkitkan dari kuburnya dengan dendam dan belatung dari borok luka yang penuh darah dan nanah gentayangan menghampiri sajak yang penuh kegelapan bahasa yang telah menjadi sulapan dari dunia kegelapan menghantuimu dengan mulut mulut nganga berbau busuk propaganda tak henti henti dari botol botol minuman impor berlabel franchise formula dan resep paha ayam bumbu tepung menyerbu lambung kanak kanakmu sebagai sampah yang dilesakan ke dalam lapar negara negara dunia ketiga yang mabuk bahasa iklan dan ekstasi yang menjungkirbalikan kepala hingga di bawah telapak kaki para monster yang telah menciptakan frankenstein dan domba dolly berkepala manusia di pesta pora membunuh angka angka data statistik

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi