Skip to main content

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Comments

  1. Hi! I’m an editor of Dreame, I’d like to invite you to take part in the Dreame Writing Academy Competition which is legitimate, and the cash prize is up to $100,000! Dreame is the world’s largest multilingual writing platform for original stories. At Dreame, you could communicate with 100,000 writers, and publish your stories to 20,000,000 readers! There is no entry fee and limitation of the writing genre or writing style. Just write the story you love!
    If you want to get more information, please click the link below:
    http://h5.dreame.com/activity/nextTopWriter
    http://bit.ly/DreameWritingAcademyCompetition
    We are waiting for you!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Aku Merindukanmu

aku merindukanmu, tapi jarak dan waktu mengurungku o mata, siapa simpan kesedihan di situ, dalam bening sedu sedan tertahan, dalam dada aku merindukanmu, kau harus percaya itu seperti kau tahu, yang merindu menunggu saat memburu tuju!

Contoh Puisi Post modern dan Post colonial

DONGENG HANTU DI KOTA SAJAK Buat: penyair w hantu telah meledakkan mimpi kota kota di malam malam panjang mengerikan sebagai teror yang dicipta dalam koran dan televisi dan film holywood di mana tak ada rambo atau james bond yang mampu mencegahnya karena kesumat telah menjadi seamuk mayat yang dibangkitkan dari kuburnya dengan dendam dan belatung dari borok luka yang penuh darah dan nanah gentayangan menghampiri sajak yang penuh kegelapan bahasa yang telah menjadi sulapan dari dunia kegelapan menghantuimu dengan mulut mulut nganga berbau busuk propaganda tak henti henti dari botol botol minuman impor berlabel franchise formula dan resep paha ayam bumbu tepung menyerbu lambung kanak kanakmu sebagai sampah yang dilesakan ke dalam lapar negara negara dunia ketiga yang mabuk bahasa iklan dan ekstasi yang menjungkirbalikan kepala hingga di bawah telapak kaki para monster yang telah menciptakan frankenstein dan domba dolly berkepala manusia di pesta pora membunuh angka angka data statistik