Skip to main content

Mungkinkah Puisi



mungkinkah puisi akan membuatnya abadi. katamu sambil menulisi hari demi hari. tapi ia tak pernah membayangkan bahwa ia ingin abadi. karena waktu. karena waktu. katamu

dan engkau ingin melukis tentang cahaya bulan yang jatuh di tuwung arak seperti lipo yang menulis puisi dalam mabuk dan sepinya di bawah purnama bulan

mungkinkah puisimu akan abadi. katanya. sambil menghunjamkan sebilah pisau tajam ke jantung kiri.

Comments

Popular posts from this blog

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi

DI PENGHUJUNG OKTOBER

hujan masih terus gemericik. senja kehilangan semburat cahaya. langit warna kelabu. apa kabar puisi? sia siakah penyair mengekalkan segala dalam kata. puisi menggigil di bawah gemericik hujan. langit yang kehilangan semburat cahaya. senja yang menyisakan warna kelabu. apa kabar penyair? apakah sia sia aku dituliskan. puisi menggigil menari di bawah gemericik hujan.