Skip to main content

Dan Rindu Menggeletar

Dan Rindu Menggeletar

dan rindu menggeletar, kata-kata menyesat di dalam sel otakku,
seperti burung-burung yang menjerit mencari sarangnya

dan rindu mengada di jejemari puisi, membadai di ruang dada sunyiku,
sebagai luka, sebagai nganga, sebagai sunyi, sebagai pinurbo meraba
darah lambung kiriku

biarkan aku menjerat kalang kabut sliweran kata, hingga....

Comments

Popular posts from this blog

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi

DI PENGHUJUNG OKTOBER

hujan masih terus gemericik. senja kehilangan semburat cahaya. langit warna kelabu. apa kabar puisi? sia siakah penyair mengekalkan segala dalam kata. puisi menggigil di bawah gemericik hujan. langit yang kehilangan semburat cahaya. senja yang menyisakan warna kelabu. apa kabar penyair? apakah sia sia aku dituliskan. puisi menggigil menari di bawah gemericik hujan.