Skip to main content

kata menjelma nada

@rickyzv

seketuk demi seketuk
kata menjelma nada

dalam nadimu

o, pemusikku,
bikinkan aku tangga

nada ke langit: cintaku

Malang, 2011

Comments

  1. salam sastra...bolehkah kita bertegur sapa blog??

    ReplyDelete
  2. puisinya bagus bang..he..he..
    visit blog saya juga ya :
    http://www.gopoem.co.cc/

    ReplyDelete
  3. wah,,puisinya bagus2,gan.jadi inspirasi baru nie,,hehe.
    gan,klo ada waktu sempatin berkunjung di www.gudangpuisi-gudangpuisi.co.cc kritik dan saran agan sangat berguna bagi saya,untuk selalu belajar menjadi lebih baik dan lebih baik.terimakasih.

    ReplyDelete
  4. puisinya bagus semua...suatu saat saya ingin punya seperti ini...mampir ke blog saya ya mas...

    ReplyDelete
  5. halo, puisinya bagus...
    aq juga suka nulis sich, visit yach:
    http://windowswriter1812.blogspot.com/search/label/The%20Light

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Aku Merindukanmu

aku merindukanmu, tapi jarak dan waktu mengurungku o mata, siapa simpan kesedihan di situ, dalam bening sedu sedan tertahan, dalam dada aku merindukanmu, kau harus percaya itu seperti kau tahu, yang merindu menunggu saat memburu tuju!

Contoh Puisi Post modern dan Post colonial

DONGENG HANTU DI KOTA SAJAK Buat: penyair w hantu telah meledakkan mimpi kota kota di malam malam panjang mengerikan sebagai teror yang dicipta dalam koran dan televisi dan film holywood di mana tak ada rambo atau james bond yang mampu mencegahnya karena kesumat telah menjadi seamuk mayat yang dibangkitkan dari kuburnya dengan dendam dan belatung dari borok luka yang penuh darah dan nanah gentayangan menghampiri sajak yang penuh kegelapan bahasa yang telah menjadi sulapan dari dunia kegelapan menghantuimu dengan mulut mulut nganga berbau busuk propaganda tak henti henti dari botol botol minuman impor berlabel franchise formula dan resep paha ayam bumbu tepung menyerbu lambung kanak kanakmu sebagai sampah yang dilesakan ke dalam lapar negara negara dunia ketiga yang mabuk bahasa iklan dan ekstasi yang menjungkirbalikan kepala hingga di bawah telapak kaki para monster yang telah menciptakan frankenstein dan domba dolly berkepala manusia di pesta pora membunuh angka angka data statistik

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi