Skip to main content

Link Arsip Puisi Nanang Suryadi


Link Arsip Puisi Nanang Suryadi

Apa yang Kau Pikirkan, Katamu
Blog Sastra Indonesia
Bulan Menari antara Ada dan Tiada
Candu Kata-Kata
Ijinkan Ayah Menangis Saat Ini
Kita Berdua Saja Saling Membaca Tanda
Kumpulan Puisi Terbaru 2013
Lalu Engkau Menyusun Kata Khianat
Menelusur Malam, Menembus Temaram
Nasi Goreng
Rambut Memutih
Rumah-Rumah di Atas Gunung
Serabi Jalan Margonda
Sketsa Suasana
Tentang Mimpi Penyair yang Tak Segera Ingin Tidur
UGD Tengah Malam
Untuk Arya Mada Hastasurya
ada yang kuingat dari segelas kopi
apa yang harus aku kabarkan padamu?
di Reruntuhan Keraton
setiap pagi, arya lihat burung burung bernyanyi
ADA YANG INGIN MELUPAKAN MEI YANG GADUH
Aku Adalah Airmata
Aku Tahu Engkau Demikian Pencemburu
Antologi Puisi Kenangan
Apa yang Kau Pikirkan, Katamu
BANDARA TAIPE
BIARLAH MIMPI MIMPI MENJELMA
Buku Kumpulan Puisi
Buku Kumpulan Puisi Derai Hujan Tak Lerai Karya Nanang Suryadi
Buku Kumpulan Puisi Yang Merindu Yang Mencinta Karya Nanang Suryadi
Bulan Menari antara Ada dan Tiada
Candu Kata-Kata
Contoh Puisi Puisi Yang Sepi
Contoh Sajak Rindu kepada Tuhan
Dalam Diam
Di Penghujung Senja
Di Saat Senja Aku Menulis Puisi
Dunia Malam
Ijinkan Ayah Menangis Saat Ini
JIKA ENGKAU | Puisi Cinta
Jemari Menari
Kita Berdua Saja Saling Membaca Tanda
Kumpulan Puisi Terbaru 2013
Kumpulan Puisi Wisata Terbaru 2013
Lalu Engkau Menyusun Kata Khianat
Langit Yang Biru
MENEMU AGNASKY | Puisi untuk Sahabat
Melawat Ke Singapura dan Malaysia
Memandang Foto Keluarga Rafael
Memburu Cahaya | Syair Malam
Menelusur Malam, Menembus Temaram
Menyapa Jakarta Senja
Nasi Goreng
O Sajak O Apa O
PUISI ENSIKLOPEDIA
Pada Sajak Kutahu
Puisi
Puisi DI SETIAP PERJALANAN
Puisi Malam
Puisi Persahabatan
Puisi Puisi Kehidupan
Puisi Terbaik di Indonesia
Rambut Memutih
Rumah-Rumah di Atas Gunung
Sajak-sajak Terbaru dan Terbaik Nanang Suryadi 2011
Sang Pemberontak
Sepeda Beroda Empat
Seperti Keriangan Kanak
Serabi Jalan Margonda
Sketsa Suasana
Sunyi Sebenar Sunyi Meliputinya
Surabaya Hujan Hingga Larut Malam
Surabaya Pagi Hari
Telah Dialamatkan padamu Sepilihan Sajak Nanang Suryadi
Tentang Mimpi Penyair yang Tak Segera Ingin Tidur
UGD Tengah Malam
Untuk Arya Mada Hastasurya
Wahai Engkau Yang Merindu
YANG SENDIRI, DAN SELALU MERINDU, MUNGKIN DIRIMU
Yang Ingin Mencipta
ada bintang yang jauh
ada yang kuingat dari segelas kopi
apa yang harus aku kabarkan padamu?
di Reruntuhan Keraton
hanya doa keikhlasan menghantarmu
kami menanam pohon cinta
kata menjelma nada
puisi.nanangsuryadi.web.id blog puisiku juga :)
sepenuh diam
setiap pagi, arya lihat burung burung bernyanyi

Comments

Popular posts from this blog

Aku Merindukanmu

aku merindukanmu, tapi jarak dan waktu mengurungku o mata, siapa simpan kesedihan di situ, dalam bening sedu sedan tertahan, dalam dada aku merindukanmu, kau harus percaya itu seperti kau tahu, yang merindu menunggu saat memburu tuju!

Contoh Puisi Post modern dan Post colonial

DONGENG HANTU DI KOTA SAJAK Buat: penyair w hantu telah meledakkan mimpi kota kota di malam malam panjang mengerikan sebagai teror yang dicipta dalam koran dan televisi dan film holywood di mana tak ada rambo atau james bond yang mampu mencegahnya karena kesumat telah menjadi seamuk mayat yang dibangkitkan dari kuburnya dengan dendam dan belatung dari borok luka yang penuh darah dan nanah gentayangan menghampiri sajak yang penuh kegelapan bahasa yang telah menjadi sulapan dari dunia kegelapan menghantuimu dengan mulut mulut nganga berbau busuk propaganda tak henti henti dari botol botol minuman impor berlabel franchise formula dan resep paha ayam bumbu tepung menyerbu lambung kanak kanakmu sebagai sampah yang dilesakan ke dalam lapar negara negara dunia ketiga yang mabuk bahasa iklan dan ekstasi yang menjungkirbalikan kepala hingga di bawah telapak kaki para monster yang telah menciptakan frankenstein dan domba dolly berkepala manusia di pesta pora membunuh angka angka data statistik

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi