Skip to main content

Karnaval Patung di Depan Stasiun Malang


: ki bedjo

mungkin pernah kau bayangkan patung di depan stasiun itu bergerak
seperti arak-arakan karnaval kenangan di masa kecil dengan genderang
dan letusan karbit dari bumbung bambu dan wajah yang dicoret-coret
merah putih yang meleleh dari dahi ke leher ke dada seperti juga
mungkin kau bayangkan dirimu yang menunggang kuda itu diponegoro atau
sudirman yang kau tatap penuh kekaguman di bundaran di terik matahari
dengan mata kanakmu yang membayangkan mereka bergerak berarak dalam
iring-iringan itu...

Comments

Popular posts from this blog

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi

DI PENGHUJUNG OKTOBER

hujan masih terus gemericik. senja kehilangan semburat cahaya. langit warna kelabu. apa kabar puisi? sia siakah penyair mengekalkan segala dalam kata. puisi menggigil di bawah gemericik hujan. langit yang kehilangan semburat cahaya. senja yang menyisakan warna kelabu. apa kabar penyair? apakah sia sia aku dituliskan. puisi menggigil menari di bawah gemericik hujan.  

Aku Merindukanmu

aku merindukanmu, tapi jarak dan waktu mengurungku o mata, siapa simpan kesedihan di situ, dalam bening sedu sedan tertahan, dalam dada aku merindukanmu, kau harus percaya itu seperti kau tahu, yang merindu menunggu saat memburu tuju!