Skip to main content

Sulur Sulur Waktu


: ibnu hs

sulur sulur waktu yang merambat di usia kita tumbuh
sebagai kenangan yang menjalar di lelangit rindu
sehingga kata sepertinya menjadikan abadi segala yang
fana padahal mimpi yang datang menyelinap dari
kedalaman laut rahasia mendenyarkan isyarat tentang
maut yang demikian telengas sehingga terciptalah puisi
yang sepi menjadi yatim menjadi piatu menjadi
kata-kata yang menolak kehendak dan kepastian walau
tahu segala tak abadi tapi ia menuliskannya seakan
abadi

Comments

Popular posts from this blog

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi

DI PENGHUJUNG OKTOBER

hujan masih terus gemericik. senja kehilangan semburat cahaya. langit warna kelabu. apa kabar puisi? sia siakah penyair mengekalkan segala dalam kata. puisi menggigil di bawah gemericik hujan. langit yang kehilangan semburat cahaya. senja yang menyisakan warna kelabu. apa kabar penyair? apakah sia sia aku dituliskan. puisi menggigil menari di bawah gemericik hujan.