Skip to main content

TIBA TIBA SAJA



tiba-tiba saja aku ingin merobek semua kertas yang pernah kusebut puisi, membakar dan menghanguskannya. hingga ia tiada. puisi yang tiada. amboi indahnya. puisi yang tiada. tiada yang puisi.

(tapi pembunuhan itu gagal: puisi bangsat kapan kau mampus!)

tiba-tiba saja. aku tak ingin peduli. dengan segala macam puisi.
awas! kalau kau bilang ini puisi....

Comments

Popular posts from this blog

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi

DI PENGHUJUNG OKTOBER

hujan masih terus gemericik. senja kehilangan semburat cahaya. langit warna kelabu. apa kabar puisi? sia siakah penyair mengekalkan segala dalam kata. puisi menggigil di bawah gemericik hujan. langit yang kehilangan semburat cahaya. senja yang menyisakan warna kelabu. apa kabar penyair? apakah sia sia aku dituliskan. puisi menggigil menari di bawah gemericik hujan.