Skip to main content

Bulan Menari antara Ada dan Tiada

bulan menari antara ada dan tiada, nyata atau maya, di matamu kanak, yang berbisik: ada apa denganmu? tapi mungkin jangan tanya pada bulan. jangan pula minta bunda: ambilkan bulan bu, ambilkan bulan bu. karena bulan sedang menari. meniru mentari yang gerhana. bulan tak akan datang padamu lagi. jangan menangis. jangan menangis. seperti kanak itu yang tak mengerti mengapa harus membuka topengnya. ia hanya ingin berteman bintang. berapa jumlah bintang di langit? katamu. tak tahu. tak tahu.

bulan menari. mentari menari. dan engkau kanak tak ingat lagi dongeng tentang wonder dan neverland. seperti peterpan yang melupakan hook bajak laut dan para peri, seperti alice yang melupakan kelinci berkacamata dan ratu merah.

karena engkau telah dewasa. sepertinya

malang, 18 juni 2010

Comments

Popular posts from this blog

Aku Merindukanmu

aku merindukanmu, tapi jarak dan waktu mengurungku o mata, siapa simpan kesedihan di situ, dalam bening sedu sedan tertahan, dalam dada aku merindukanmu, kau harus percaya itu seperti kau tahu, yang merindu menunggu saat memburu tuju!

Contoh Puisi Post modern dan Post colonial

DONGENG HANTU DI KOTA SAJAK Buat: penyair w hantu telah meledakkan mimpi kota kota di malam malam panjang mengerikan sebagai teror yang dicipta dalam koran dan televisi dan film holywood di mana tak ada rambo atau james bond yang mampu mencegahnya karena kesumat telah menjadi seamuk mayat yang dibangkitkan dari kuburnya dengan dendam dan belatung dari borok luka yang penuh darah dan nanah gentayangan menghampiri sajak yang penuh kegelapan bahasa yang telah menjadi sulapan dari dunia kegelapan menghantuimu dengan mulut mulut nganga berbau busuk propaganda tak henti henti dari botol botol minuman impor berlabel franchise formula dan resep paha ayam bumbu tepung menyerbu lambung kanak kanakmu sebagai sampah yang dilesakan ke dalam lapar negara negara dunia ketiga yang mabuk bahasa iklan dan ekstasi yang menjungkirbalikan kepala hingga di bawah telapak kaki para monster yang telah menciptakan frankenstein dan domba dolly berkepala manusia di pesta pora membunuh angka angka data statistik

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi