Skip to main content

Dunia Malam

dunia malam. dunia malam. kabar apa lagi tersampai. selain lirih, selain bisik, di hingar musik. terpantul di dinding dinding waktu

malam menyisakan tawa. luka dunia. dunia malam. dunia malam. sisa sisa berita. siapa yang menatap kosong dinding. siapa menatap lampu

dunia malam. dunia malam. bertaburan bintang bintang. berputar di dalam kepala. berpendar di mata. bintang yang sepi. sungguh sepi

ada yang tetap menyimpan sepinya sendiri, di malam yang hingar. dunia malam yang bingar

dinding dinding penuh poster, bintang bintang bercahaya bintang meredup bintang bintang mati, dinding dinding yang bergetar, dunia malam

dinding memantulkan suara memantulkan gema, memantulkan resah, memantulkan segala yang galau, panggung hingar, dunia malam


Sila ditengok juga:
Puisi Universitas Brawijaya 
Nanang Suryadi Lecture UB
Web Nanang Suryadi

Comments

Popular posts from this blog

Aku Merindukanmu

aku merindukanmu, tapi jarak dan waktu mengurungku o mata, siapa simpan kesedihan di situ, dalam bening sedu sedan tertahan, dalam dada aku merindukanmu, kau harus percaya itu seperti kau tahu, yang merindu menunggu saat memburu tuju!

Contoh Puisi Post modern dan Post colonial

DONGENG HANTU DI KOTA SAJAK Buat: penyair w hantu telah meledakkan mimpi kota kota di malam malam panjang mengerikan sebagai teror yang dicipta dalam koran dan televisi dan film holywood di mana tak ada rambo atau james bond yang mampu mencegahnya karena kesumat telah menjadi seamuk mayat yang dibangkitkan dari kuburnya dengan dendam dan belatung dari borok luka yang penuh darah dan nanah gentayangan menghampiri sajak yang penuh kegelapan bahasa yang telah menjadi sulapan dari dunia kegelapan menghantuimu dengan mulut mulut nganga berbau busuk propaganda tak henti henti dari botol botol minuman impor berlabel franchise formula dan resep paha ayam bumbu tepung menyerbu lambung kanak kanakmu sebagai sampah yang dilesakan ke dalam lapar negara negara dunia ketiga yang mabuk bahasa iklan dan ekstasi yang menjungkirbalikan kepala hingga di bawah telapak kaki para monster yang telah menciptakan frankenstein dan domba dolly berkepala manusia di pesta pora membunuh angka angka data statistik

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi