Skip to main content

Posts

Segala Akan Kembali Pada Mula

Segala Akan Kembali Pada Mula :inongharis.com kembalilah puisi, pada awal mula cinta kembalilah cinta, pada awal mula kata kembalilah kata, pada awal segala mula kembalilah, dengan segenap doa menghantar engkau ke hariba-Nya Malang, 1 September 2006 in memorium Anna Siti Herdiyanti (Inongharis)

KAWI dan YANG KITA BUTUHKAN ADALAH

KAWI siapakah yang kau cari di situ, pada putih kabut mendung langit dingin udara rinai gerimis melayarkan ingatan pada wajah leluhur tak kau kenal, hanya nama yang ditoreh pada batu dan buku putih kabut mendung langit dingin udara rinai gerimis menyapa sepanjang jalan pendakian antara wajah lelah penziarah, lengang masjid, torehan prasati, harum dupa, wangi bunga, pohon dewandaru, kertas ciamsi, nyala lilin, dewi kwan im, cwimie malang…. apa yang kau cari di situ pada putih kabut mendung langit dingin udara rinai gerimis menziarahi diri berulang kali dengan ingatan pada perhitungan nasib baik dan buruk, peruntungan dan kesialan, kebahagian dan kesedihan kawi – malang, 13-14 Juli 2006 YANG KITA BUTUHKAN ADALAH yang kita butuhkan adalah: kerendahatian ketika diri gelisah mencari jawaban siapa diri yang kita butuhkan adalah: penerimaan ketika diri menyesal tak gapai mimpi-mimpi yang kita butuhkan adalah: kejujuran ketika diri diselimuti dusta tiada henti yang kita butuhkan adalah: kasih ...

Contoh Puisi Untuk Sahabat, Kawan, Teman Penyair

ADA YANG MENGERJAP DI LANGIT SUBUH Ada yang mengerjap di langit subuh, mungkin puisi, yang tak memejamkan mata walau sekejap menggoda dengan sihir kata, hingga malam membuka rahasianya hingga sunyi mengembun di pelupuk matanya DONGENG PEMULUNG WAKTU : hasan aspahani aku teringat dongengmu itu: pemulung waktu, sepertinya aku sering bertemu sepanjang perjalanan berliku, tak henti mengawasiku mengikut jejak bayangku jika kutoleh, ia tersenyum dan menyapaku, seakan menyeru: mana waktu untukku? sedang aku bergegas tak tentu entah kemana menuju namun pemulung itu mengikuti melulu mungkin menunggu terus menungguku menyerah di puncak sunyiku di nol waktu PUISI BERTAMU PAGI-PAGI segelas besar kopi harum sekali, menyambut puisi bertamu pagi pagi. belum sempat aku mandi, berbenah rumah biar rapi selamat pagi puisi, silakan dihirup aroma panas kopi. mari, ini bikinan sendiri sedap diteguk di dingin begini puisi meneguk kopi terasa nikmat sekali “apa kabar diksi dan imaji?” aku bertanya pada puisi ...

ZIKIR

ZIKIR :dato kemala 1. sebagai gema menyelinap di sunyi getirku sebagai bisik rindu melintas pintu pintu langit ingin menemu awal akhir segala sesuatu 2. sebagai gema didawam-dawam nama dicinta cinta di dalam dada ia bertahta ##### SAPA SIAPA kata siapa punya siapa sapa siapa pada siapa ####### AKU MEMAMAH aku memamah kata kukira akan jadi makna aku memamah diksi kukira akan jadi puisi aku memamah sunyi kukira akan jadi bunyi aku memamah sepi kukira tak akan jadi nyeri seperti ini ####### 3308071973 :ns sebagai percakapan membunuh waktu: "duka bahagia ada pada detik nikmatilah sebelum detikmu berhenti" tiktik detik jam memburu waktu dengan tanya berjuta detik bertiktik di jam hidupku hingga akhirnya hingga saatnya detik akan berhenti di puncak segala puncak duka bahagia di titik di nol detik-Mu

Contoh Puisi Menghadapi Bencana Alam dengan Sabar

Aku Ingin Menciummu aku ingin menciummu langit yang memar bumi yang gemetar karena linu ngilu lindu gemeretak di sekujur tubuhmu aku ingin menciummu dengan senyuman dengan doa ketulusan karena kesedihan kusimpan diamdiam dalam rongga kesunyian aku ingin menciummu dengan kata dengan cinta karena ingin kau terima segala dengan bahagia malang, 1 juni 2006

Cahaya Namamu Cahaya

Cahaya Namamu Cahaya : Cahaya Hastasurya cahaya namamu cahaya secerlang mata bunda secerlang 8 surya di dalam dada ayah lihatlah burung bermandi cahaya lihatlah air memantul cahaya lihatlah rindu ayah memburu cahaya cahaya namamu cahaya dalam doa malam subuh siang senja cahaya menerang terang dunia cahaya namamu cahaya dalam isak dan tawa ayah bunda dipeluk cinta kau selalu bahagia

Dan Rindu Menggeletar

Dan Rindu Menggeletar dan rindu menggeletar, kata-kata menyesat di dalam sel otakku, seperti burung-burung yang menjerit mencari sarangnya dan rindu mengada di jejemari puisi, membadai di ruang dada sunyiku, sebagai luka, sebagai nganga, sebagai sunyi, sebagai pinurbo meraba darah lambung kiriku biarkan aku menjerat kalang kabut sliweran kata, hingga....