Skip to main content

Posts

Aku Tulis Syair Malam

:commaditya, erie kotak, dodo, adriany, dwihatmodjo aku tulis syair malam, di sunyi yang hening, dinihari yang bening, mengusap pelupuk langit, mencucur airmata. telah disiapkan peta, pada telapak, para pecinta menghapalnya dalam kepala, tak kan risau engkau, tak. mungkin kau ingin rapalkan sajak, pada hari yang mula, sebuah keberanian bernama cinta, yang tabah dan bersahaja. seorang lelaki menulis sajak, dinihari mencahaya, kabarkan maha cinta maha cahaya. Malang, 2011

Merunduklah Sebenar Merunduk

kita mengendap pada cuaca yang lindap, berbekal harap, bertemu tatap. merunduklah sebenarnya merunduk, sayang, karena kita memang hanya padi ditidurkan angin. apa yang ingin kita sombongkan, sayang, kita tak punya apa apa, selain cinta. kebahagiaan itu, sayang, detik demi aku mencintaimu, dengan rasa syukur tak terhingga. Malang, 2011

Cinta yang Menaklukkan Segala Aniaya!

:bagi Indonesia terluka dari dadamu pecinta, dari matamu pecinta, dari pekikmu pecinta, cahaya menerang, cinta yang cahaya! para pecinta berteriak memekikan cinta sepanjang waktu, langit menjadi saksi, bumi menjadi penyaksi, yang tak pernah sangsi wahai para pecinta, katakan cinta menaklukan segala aniaya, segala duka cita. jangan menyerah kepada para penjarah! para pecinta tak membedakan waktu. karena waktu demikian fana. para perindu selalu mencinta, demikian keras kepala wahai engkau yang merindu, menarilah, dengan segala nyeri, biar sunyimu kabarkan, cintamu demikian bersahaja menarilah, menari, di langit bulan separuh. angin memagut sepimu. menarilah, wahai pecinta karena engkaulah pecinta, dunia tetap merasa bahagia, langit pun bahagia Malang, 2011

Sunyi Sebenar Sunyi Meliputinya

sunyi sebenar sunyi meliputinya. sunyi yang ingin dinikmatinya sendiri. jangan kau ganggu. hingga pertapa menemu. masuk telinga ruci. tak ada kepastian baginya. hanya dirinya sendiri. bertarung dengan gelombang. pemikirannya sendiri. lautan api di kepalanya.

Ada

ada yang gundah, menatap hidup yang kian entah ada yang menggigil, hadapi hidup yang degil ada yang merasa bosan, tak ingin lagi mengirim pesan ada yang merasa sunyi, langit tak berbisik lagi ada yang berkelebat, semacam kata yang sesat ada yang meretak, di dalam cermin dia berteriak ada yang mencercah, di mata harap sesal terpecah

jangan menari zarathustra, jika kau tak tahan pedihnya

: sigit pramudito jangan menari zarathustra, jika kau tak ingin amuk pedihnya. jangan! jangan menari zarathustra, jika masih ingin menemu daratan harapan. jangan! hanya manusia yang kuat, mampu menarikannya. bukan manusia cengeng dan cepat putus asa. dengarlah sabda zarathustra: "kanon adalah tugu dan AKU cemburu ingin menghancurkan! hancurkan tugu! penari zarathustra akan segera merayakannya. segera! AKUlah penari. penari gelombang lautan. akulah laut. menarikan darah. karena AKU hendak kuasa! hendak kuasa! karena kalian telah menjadi thesa, aku akan menjadi antithesa." begitulah sabda sang penari: Zarathustra Malang, Surabaya, 2011