AKU TAFSIRKAN FIRASAT

dari ayat puisi yang tersendat karena engkau penyair sekarat selesaikan kalimat

sajak yang letih mendongakkan kepalanya ke langit. bulan sabit, langit hitam, bintang berkedip. seperti galau di dadanya

demi cinta yang tak kau pahami, tapi kau rasa, dalam gelincir airmata

Comments

Google+ Followers

Popular posts from this blog

Aku Merindukanmu

SEPANJANG JALAN

DONGENG ONDE ONDE LUMUT

Archive

Show more

Labels

Show more