puisi yang riuh sendiri di dalam dada

sajak yang letih, bersandar pada waktu yang merapuh. tiktak jam yang keluh. lihatlah, bintang jatuh, dari langit yang jauh. kau simpan aduh.

malam menyimpan redup cahayamu. puisi yang riuh sendiri di dalam dada. gemuruh yang tak pernah usai. tak tamat diucap. tak usai dicatat.

Comments

Google+ Followers

Popular posts from this blog

Aku Merindukanmu

DONGENG ONDE ONDE LUMUT

SEPANJANG JALAN

Archive

Show more

Labels

Show more