Skip to main content

sajak yang letih mendongakkan kepalanya ke langit

sajak yang letih mendongakkan kepalanya ke langit. bulan sabit, langit hitam, bintang berkedip. seperti galau di dadanya

demi cinta yang tak kau pahami, tapi kau rasa, dalam gelincir airmata

ke dalam dada, mungkin kenang yang membuatmu gila. karena cinta demi cinta tersebab cinta huruf huruf menghunjamnya

ah, penyair yang merindu adakah diriku penyair yang mencinta adalah diriku menatah syair di lintas waktu

Comments

Popular posts from this blog

Aku Merindukanmu

aku merindukanmu, tapi jarak dan waktu mengurungku o mata, siapa simpan kesedihan di situ, dalam bening sedu sedan tertahan, dalam dada aku merindukanmu, kau harus percaya itu seperti kau tahu, yang merindu menunggu saat memburu tuju!

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi

Mungkin Kau Rindu Sajak

Adalah sajak yang ingin kau baca berulang-ulang: Kumpulan Puisi (Sajak) Religius Sajak-sajak Terbaru dan Terbaik Nanang Suryadi 2011 Contoh Puisi Puisi Yang Sepi Puisi Terbaik di Indonesia Kumpulan Puisi Sunyi Kumpulan Puisi Protes Sosial: Surat Untuk Ibu Pertiwi Contoh Sajak Rindu kepada Tuhan Sajak Di Akhir Tahun