Skip to main content

Kapak Merah Puisi Berdarah


diacung kapak digedor-gedor pintumu belah-belah kepalamu berdarahlah
puisi berdarahlah dalam alir nadi tubuhku kata-kata dalam sumsum
otakku

"habisi saja masa lalu juga segala yang bernama dosa"

lihatlah tari itu dalam genang, o, sang pemberontak, dalam tikam
dalam dendam dalam kelam dalam geram

"mampuslah! mampuslah! segala yang bernama kelemahan!"

tak bermata hati hatimu membatubatu karena segala tegar adalah
dirimukah segala pasti tak ada demikiankah

"demikian, aku mencium darah puisi begitu harum rasanya"



Comments

Popular posts from this blog

Aku Merindukanmu

aku merindukanmu, tapi jarak dan waktu mengurungku o mata, siapa simpan kesedihan di situ, dalam bening sedu sedan tertahan, dalam dada aku merindukanmu, kau harus percaya itu seperti kau tahu, yang merindu menunggu saat memburu tuju!

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi

Mungkin Kau Rindu Sajak

Adalah sajak yang ingin kau baca berulang-ulang: Kumpulan Puisi (Sajak) Religius Sajak-sajak Terbaru dan Terbaik Nanang Suryadi 2011 Contoh Puisi Puisi Yang Sepi Puisi Terbaik di Indonesia Kumpulan Puisi Sunyi Kumpulan Puisi Protes Sosial: Surat Untuk Ibu Pertiwi Contoh Sajak Rindu kepada Tuhan Sajak Di Akhir Tahun