Skip to main content

Sajak Ulang Tahun

23:26:54 7/07/2002

Ada yang ingin menerbangkan pikirannya
seperti ilalang yang ditiup angin.

Pada usia yang berangkat
dengan segala sia-sia dan putus asa.

Ada engkau yang menjenguk
dengan dada berdebar dari balik jendela.

Menunggu jam
berdenting. Tepat di titik nol.

Dia datang
dengan selimut kabut. Dan cucuran embun

dari matanya demikian deras menyapamu. Malam itu..






Comments

Popular posts from this blog

Nanang Suryadi Baca Puisi di Setiap Senja

Sila ditengok juga: Puisi Universitas Brawijaya  Nanang Suryadi Lecture UB Web Nanang Suryadi

DI PENGHUJUNG OKTOBER

hujan masih terus gemericik. senja kehilangan semburat cahaya. langit warna kelabu. apa kabar puisi? sia siakah penyair mengekalkan segala dalam kata. puisi menggigil di bawah gemericik hujan. langit yang kehilangan semburat cahaya. senja yang menyisakan warna kelabu. apa kabar penyair? apakah sia sia aku dituliskan. puisi menggigil menari di bawah gemericik hujan.  

Aku Merindukanmu

aku merindukanmu, tapi jarak dan waktu mengurungku o mata, siapa simpan kesedihan di situ, dalam bening sedu sedan tertahan, dalam dada aku merindukanmu, kau harus percaya itu seperti kau tahu, yang merindu menunggu saat memburu tuju!